Berhenti Olahraga, Otak Akan Alami 4 Hal ini - Male Indonesia
Berhenti Olahraga, Otak Akan Alami 4 Hal ini
MALE ID | Sport & Hobby

Berolahraga diketahui memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, baik secara fisik maupun otak. Sehingga bagi Anda yang sudah rajin berolahraga, sebaiknya jangan dihentikan.

Berhenti Olahraga - Male Indonesia
Photo: pexels.com

Asal Anda tahu, lebih banyak sel otak yang diaktifkan ketika Anda melakukan aktivitas fisik ketimbang hal lainnya. Bagaimanapun, memiliki tubuh yang sehat akan lebih menguntungkan dalam banyak hal. 

Selain meningkatkan kemampua otak dan kesehatan, nyatanya berolahraga juga dapat menekan risiko berbagai penyakit menyerang. Jika rutin berolahraga akan memberi manfaat baik bagi otak, maka berhenti melakukannya pun akan mendatangkan dampak tersendiri. 

Berkurangnya aktivitas fisik bisa memicu terjadinya penurunan pada kinerja otak manusia. Lantas apa saja yang terjadi pada otak saat tubuh berhenti melakukan olahraga?

Risiko Depresi
Rutin melakukan jenis olahraga kardio dapat membantu meningkatkan suasana hati baik. Suasana hati yang baik akan membuat seseorang bahagia sehingga terhindar dari stres dan depresi. 

Olahraga pun akan melindungi otak dari kondisi yang dapat memicu stres. Jadi, saat berhenti berolahraga, suasana mungkin akan menjadi berantakan dan risiko stres meningkat.

Susah Fokus
Penuranan fokus dan kemampuan berkonsentrasi pun akan terjadi saat seseorang berhenti melakukan olahraga. Hal itu terjadi karena adanya penurunan aliran darah di otak.

Aliran darah yang sedikit akan membuat seseorang jadi lebih sulit untuk berkonsentrasi. Sulit berkonsentrasi akan membuat otak lebih sulit untuk menangkap hal-hal baru dan mencernanya.

Masalah Kecerdasan
Olahraga terbukti dapat mengoptimalkan kinerja otak. Maka, berhenti melakukannya tentu akan memberi dampak sebaliknya. Yaitu penurunan kinerja dan kemampuan berpikir otak. Akhirnya, hal ini akan memengaruhi kecerdasan pula.

Daya Ingat Menurun
Salah satu manfaat dari olahraga adalah meningkatkan daya ingat pada otak. Nah, saat kamu memutuskan untuk berhenti, terjadi penuruan pada kemampuan ini. Sebab  aliran darah ke otak, terutama ke bagian hippocampus menjadi berkurang.

Bagian ini bertaggung jawab atas memori dan pembelajaran. Dalam tingkat yang lebih lanjut, kondisi ini bisa berdampak pada kerusakan kognitif ringan.

Maka, sudah jelas bahwa olahraga membawa serangkaian manfaat sehat bagi otak. Oleh karena itu jangan hentikan kebiasaan ini. *** (SS)

SHARE