Keunikan & Keberagaman Pedang di Olahraga Anggar - Male Indonesia
Keunikan & Keberagaman Pedang di Olahraga Anggar
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Olahraga anggar mungkin kalah pamor dari sepak bola, Formula 1 atau MotoGP. Namun ternyata, anggar juga seru untuk dikulik, terutama mengenai pedang yang dipakai oleh para pemainnya.


Photo: PxHere

Sebagai salah satu olahraga beladiri yang menggunakan senjata, anggar berasal dari kata en garde. Dalam bahasa Prancis, en garde memiliki arti ‘bersiap’. Padahal di Negeri Napoleon, olahraga anggar disebut ‘escrime’.

Bahkan pedang yang dipakai bukan cuma satu jenis. Ini dia beberapa jenis pedang dalam olahraga anggar, seperti dikutip dari Bolasport.

Foil
Foil adalah pedang terkecil dan paling ringan yang dipakai dalam olahraga anggar. Pedang ini juga dikenal sebagai ‘floret’. Sebagian besar atlet anggar memulai dari pedang tersebut. Targetnya hanya bagian atas tubuh, kecuali lengan dan leher.

Di ujung pedang, ada tombol berpegas. Fungsinya memberi sinyal pada mesin pencatat skor melalui kabel yang terpasang di badan pemain.

Atlet anggar yang memakai foil harus menggunakan vest bernama ‘lame’ sebagai target sasaran. Kendati menutupi bagian dada, lame sama sekali tak berfungsi melindungi dada.

Pedang foil yang diakui Federasi Anggar Internasional (FAI) terbuat dari stainless steel bernama maragine. Besi ini lebih berat, lebih bernilai tinggi, dan tahan banting dari pedang yang tidak resmi. Foil atau floret diwajibkan untuk semua turnamen tingkat internasional.

Epee
Pedang epee lebih lebar, tebal, dan berat dari foil. Epee juga dikenal sebagai ‘degen’. Pelindung tangan dari pedang ini pun ukurannya lebih besar.

Semua bagian tubuh, mulai kepala sampai ujung kaki dan seluruh lengan jadi sasaran atlet yang menggunakan epee. Walau sama-sama terbuat dari maragine, epee biasanya lebih tinggi harganya dari foil dan sabre.

Sabre
Pedang sabre berbentuk pipih dan tidak runcing, pelindung tangannya menutupi seluruh tangan sampai pangkal tangkai. Bilahnya lentur karena gerakan saat menggunakan sabre berbeda dari epee dan foil.

Jika dua pedang tersebut hanya digunakan untuk menusuk lawan, sabre dipakai dengan gerakan mengayun atau mengiris lawan. Area tubuh yang diserang adalah panggul sampai kepala, dan seluruh lengan. [GP]

SHARE