Piala Dunia 1962, Diwarnai Insiden Memalukan - Male Indonesia
Piala Dunia 1962, Diwarnai Insiden Memalukan
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Piala Dunia 1962 adalah bukti ketangguhan Cile sebagai sebuah negara. Pasalnya, Cile dihantam gempa sebesar 9,2 skala Richter dan tsunami dua tahun sebelum pelaksanaan Piala Dunia. Namun mereka tetap tak mau mundur dari status tuan rumah.


Photo: wikimedia commons

“Kami membutuhkan Piala Dunia untuk membantu melupakan kesengsaraan yang kami dapatkan,” kata Ketua Komite Penyelenggara Piala Dunia kala itu, Carlos Dittborn, melansir situs resmi FIFA.

Keteguhan itu berbuah manis. Selain menjadi tuan rumah, Cile berhasil memperoleh juara ketiga dengan mengalahkan Yugoslavia 1 - 0 di partai terakhirnya. Sayang sekali, kesuksesan mereka mengundang suara sumbang karena permainan kasar tim tersebut.

 
 

Piala Dunia 1962 ditandai dengan merosotnya penampilan sejumlah pemain besar. Pele, bintang Brasil di Piala Dunia 1958, cedera pada pertandingan kedua. Kiper Uni Soviet, Lev Yashin, yang disebut sebagai kiper terbaik dunia, tampil buruk dan akhirnya Uni Soviet dikalahkan Cile 1 - 2 di babak perempat final.

Turnamen ini juga sangat kental diwarnai sepak bola negatif. Permainan bertahan mendominasi, sehingga untuk pertama kalinya jumlah rata-rata gol turun di bawah 3, menjadi 2,78 gol per pertandingan.

Kekerasan di lapangan turut mendominasi. Pada pertandingan penyisihan grup antara Cile dan Italia yang berakhir 2 - 0, dua pemain dikeluarkan karena berkelahi.

Pada partai yang dikenal dengan sebutan “Battle of Santiago” itu, beberapa pemain tampak sengaja ingin melukai lawan. Italia pun membutuhkan pengawalan polisi untuk meninggalkan lapangan.

Di babak perempat final, Cile kembali bermain kasar. Pemain Uni Soviet, Edouard Dubinsky, mengalami patah kaki di laga itu. Pemain Soviet lainnya, Slava Metreveli, dipukul wajahnya saat bertemu Yugoslavia.

Meski tak diperkuat Pele di sebagian besar pertandingannya, Brasil kembali berjaya di perhelatan ini. Amarildo, Vava, Didi, Mario Zagallo, dan terutama Garrincha, mampu mengantarkan tim Samba ke final dengan mengalahkan Inggris 3 - 1 dan Cile 4 - 2.

Cekoslovakia, yang menjadi lawan Brasil di final, sempat unggul lewat gol Josef Masopust. Tapi Brasil bisa menyamakan skor lewat Amarildo. Di babak kedua, gawang Viliam Schrojf dibobol dua kali oleh Zito dan Vava. Skor berubah jadi 3 - 1.

Brasil pun merupakan tim ketiga setelah Uruguay dan Italia yang sanggup mempertahankan trofi Jules Rimet. [GP]

SHARE