Ambisi Pertemukan Wisatawan dengan Tour Guide - Male Indonesia
STARTUP
Ambisi Pertemukan Wisatawan dengan Tour Guide
MALE ID | Works

Kendati banyak paket wisata yang ditawarkan travel agent, namun tidak sedikit pula wisatawan yang memilih untuk berangkat sendiri. Alasannya beragam, salah satunya hanya untuk mendapatkan experience (pengalaman) sendiri.

Photo: doc. pribadi/Instagram: @kudosjkt

Hal tersebut juga apa yang dirasakan oleh Calvin Hadiardja, CEO & Cofounder Toorhop, platform wisata yang menawarkan pengalaman lokal unik, dengan menghubungkan pemandu lokal dan traveler (wisatawan).

Selain itu, kata Calvin, sama seperti dirinya, banyak orang yang ingin mencari pengalaman berbeda yang antimainstream dengan menjalani kegiatan berdasarkan sudut pandang dari warga lokal setempat. "Dari kebutuhan itu, menjadi tujuan saya membangun Toorhop ini," kata Calvin kepada MALE Indonesia saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta.

Calvin menjelaskan, Toorhop yang dibangun sejak akhir 2017 ini, bukan hanya sekadar platform wistawa saja. Tetapi merupakan sebuah bisnis sharing ekonomi, seperti Grab atau Go-Jek. "Jadi kita adalah penengah bagi wisatawan yang membutuhkan pengakaman traveling secara berbeda dengan orang lokal asli yang mengerti daerah wisatawanya," tutur pria asal Bandung itu.

Pada intinya, Toorhop menghubungkan warga lokal dengan turis yang ingin merasakan pengalaman wisata, kuliner, maupun kegiatan unik berdasarkan sudut pandang warga setempat.

"Cuman tampilan kita itu secara bisnis seperti ecommerce. Pada situs Toorhop, calon turis bisa memilih beragam itinerary yang ditawarkan oleh tour guide baik amatir (warga lokal) maupun profesional. Bila diibaratkan seperti marketplace, calon turis merupakan calon pembeli dan tour guide yang menawarkan itinerary adalah penjual," jelas Calvin.

Lebih lanjut kata dia, setiap tour guide bisa menawarkan lebih dari satu itinerary dengan harga yang mereka tentukan sendiri. Dari harga yang ditentukan pengguna, Toorhop akan mengambil keuntungan sebesar 1 dolar per orang yang memesan itinerary tersebut.  

"1 dolar ini kemudian kita gunakan untuk promosi, lebih ke akuisisi juga. Supaya orang pakai Toorhop juga," terangnya.

Tak Ada Syarat Tertentu
Calvin menekankan bahwa, Toorhop ini ditujukan tidak untuk traveler yang merencanakan liburannya dari jauh-jauh hari, tapi bagi mereka yang sudah berada di suatu tempat namun ingin mengetahui lebih dalam tempat tersebut. 

Photo: Sopian/Male Indonesia

"Misalnya, lagi ada di Jepang. Kita mau tahu apa saja yang ada di Jepang. Nah di sini bisa mencari tour guide dadakan untuk mengetahui suatu daerah yang ingin diketahui," ucapnya.

Khusus untuk warga lokal, tour guide amatir, dan profesional, tidak ada ada syarat tertentu untuk menjadi guide di Toorhop. Asal memahami daerahnya, bisa menemani orang, bisa bergabung dan registrasi lewat website.

"Saat filterisasi saat registrasi, kita akan meminta pforil, terus kita cek sosial media backgroundnya. Kemudian kita akan review, apakah benar pengguna adalah asli daerah tersebut dan memahami lebi hdalam pengetahuannya soal daerahnya. Udah itu saja cukup," ucapnya.

Untuk soal pembayaran sharing ekonominya sendiri, Toorhop masih menerima pembayaran menggunakan kartu kredit. Namun saat ini mereka juga tengah menyusun kerja sama dengan penyedia layanan payment gateway untuk menambah opsi pembayaran.

Tantangan Membangun Toorhop
Pria yang juga berbisnis Branding Consultant ini juga mengungkapkan, kendati telah berjalan satu tahun lebih, biaya bisnis tourism yang ia geluti ini masih menggunakan modal sendiri alias bootstrapping. "Kira-kira kita sudah habis USS 50 ribu," ungkap Calvin.

Adapun tantangan yang dihadapi Toorhop saat ini adalah mengedukasi pasar. Pihaknya kerap memberikan penjelasan bahwa Toorhop tidak sama seperti agen perjalanan, dan memberikan informasi mengenai penggunaan layanan Toorhop kepada pengguna yang tertarik menjadi guide

"Karena balik lagi, paradigma orang sekarang di industri pariwisata ini pasti memilih yang sudah punya nama. kadang harga jadi nomor dua," ucapnya.

Nah, untuk membedekan yang lainnya, kata dia, Toorhop lebih menawarkan opsi. Misalnya, ketika orang ingin ke jepang, misalnya, Toorhop punya opsi dengan experience yang sama dengan harga yang lebih terjangkau. 

Kedepannya, setelah SEO Toorhop sudah baik, Calvin mempersiapkan aplikasi yang bisa diunduh. Selin itu, Toorhop juga bisa menjadi sebuah platform komunitas bagi para tour guide bersatu yang selama ini bermain sendiri-sendiri. "Jadi (guide) enggak masing-masing lagi," tandasnya. *** (SS)

SHARE