Aruna, Startup Indonesia Menangi Komptesi Inovasi - Male Indonesia
Aruna, Startup Indonesia Menangi Komptesi Inovasi
MALE ID | Whats Up

Aruna menjadi startup terpilih sebagai pemenang dalam Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge (“Challenge”). Start-up asal Indonesia itu terpilih berdasarkan penggunaan teknologi digital dalam membantu nelayan di Indonesia meningkatkan mata pencaharian.

“Kami sangat senang. Ini adalah pertama kalinya pekerjaan kami mendapatkan pengakuan internasional. Selanjutnya, kami akan bekerja untuk mengembangkan tim kami dan membantu lebih banyak nelayan keluar dari kemiskinan,” ujar Farid Naufal Aslam, CEO Aruna.

Aruna akan menerima hadiah total S$60.000, sementara delapan finalis lainnya dari Singapura, Malaysia dan Indonesia, masing-masing akan menerima hadiah S$10.000. Kesembilan start-up ini akan dibantu oleh NUS Enterprise, Alipay, mitra khusus International Finance Corporation (IFC) dan mitra pendukung lainnya dari Challenge tersebut, dalam rangka mengembangkan lebih lanjut ide-ide mereka.

Profesor Wong Poh Kam, Senior Director, NUS Entrepreneurship Center, sebuah divisi dari NUS Enterprise  sendiri mengungkapkan, internet economy di Asia Tenggara bertumbuh dengan pesat pesat dan diproyeksikan mencapai gross merchandise value lebih dari US$240 miliar pada tahun 2025. 

"Di balik transformasi digital yang cepat ini, ada potensi dan peluang yang besar dalam penggunaan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat kita,” katanya.

Untuk menciptakan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, lanjut Kam, maka perlu didorong lebih banyak wirausahawan teknologi mengaplikasikan kemampuan wirausaha mereka guna menyelesaikan berbagai masalah sosial dengan teknologi dan model bisnis yang inovatif.

"Itulah sebabnya kami berkolaborasi dengan Alipay untuk membangun suatu lingkungan yang mendukung lahirnya lebih banyak wirausahawan teknologi yang berdampak di Asia Tenggara,” ucapnya.

Selain hadiah uang tunai, pemenang dan semua finalis akan mendapat manfaat dari program 10x1000 Tech for Inclusion, yang didirikan oleh IFC, anggota World Bank Group dan mitra khusus Challenge itu, serta Alipay. Program pelatihan yang komprehensif ini mendukung penciptaan 10.000 pakar teknologi di pasar negara-negara berkembang, baik dari sektor publik maupun swasta selama 10 tahun ke depan. 

Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2018, program 10x1000 telah melakukan survei pendahuluan untuk mengoptimalkan modul pelatihannya dan telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pelatihan dan pertukaran.

Pemenang dan seluruh finalis juga akan menerima bantuan mentoring dan inkubasi dari NUS Enterprise untuk jangka waktu tiga bulan, serta akses ke BLOCK71, suatu pembangun ekosistem dan komunitas konektor global bersama dengan berbagai co-working space di Singapura, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Suzhou dan San Francisco. ***

SHARE