Ashgabat, White Town di Kawasan Asia Tengah - Male Indonesia
Ashgabat, White Town di Kawasan Asia Tengah
MALE ID | Relax

Dari semua negara di kawasan Asia Tengah, rasanya Turkmenistan kurang populer dan jarang dilirik oleh wisatawan. Pasalnya, negeri itu terkesan membatasi diri dari dunia luar dan mempersulit turis yang mau berkunjung ke sana.


Photo: MaxPixel

Ada pula yang menilai bahwa mendatangi Turkmenistan sama sulitnya dengan mengunjungi Korea Utara. Terlepas dari anggapan tersebut, Turkmenistan memiliki bangunan yang cukup megah.

Negara yang memperoleh kemerdekaannya pada 27 Oktober 1991 pasca melepaskan diri dari Uni Soviet ini juga dikenal dengan kota uniknya. Sebut saja Ashgabat, ibukota Turkmenistan yang dijuluki ‘Kota Marmer Putih’.

Julukan itu bukan tanpa sebab. Jika Anda menginjakkan kaki di Ashgabat, seisi kota benar-benar terbuat dari marmer putih.

Mengutip Amusing Planet, terdapat sekitar 543 bangunan yang ‘diselimuti’ marmer putih. Kota ini pun dinobatkan sebagai kota dengan bangunan berlapis marmer paling putih di dunia dalam Guinness Book of World Records.

Demi menjaga kondisinya, Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhammedov, sampai menerbitkan peraturan aneh di sana. Ia hanya mengizinkan kendaraan berwarna putih dan perak melintas di jalan-jalan Ashgabat.

Selain itu, seluruh mobil milik presiden dan pengawalnya juga dicat warna putih dan perak. Orang-orang yang mempunyai kendaraan berwarna gelap harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengganti warna kendaraan mereka.

Namun, ketatnya peraturan tidak mampu membendung keindahan kota Ashgabat dengan bangunan yang menarik untuk dikunjungi. Seperti National Independence Park, taman yang relatif populer di sana.


Photo: wikimedia commons

Lalu ada The Wedding Place, bangunaan yang tiap malam akan dihiasi lampu berwarna-warni dan berubah tiap menitnya. Mulai dari hijau, merah, hingga biru. Hingga Masjid Ertugrul Ghazi, yang kabarnya adalah bangunan replika dari Blue Mosque di Turki. Masjid ini dikenal akan kemegahannya.

Anda pun dapat menemukan sebuah pusat kebudayaan Turkmenistan bernama Alem Cultural and Entertainment Center, yang dibangun menyerupai bianglala raksasa. Saking uniknya, tempat tersebut ditetapkan Guinness Book of World Records sebagai ‘The World’s Largest Covered Ferris Wheel’ di tahun 2012 silam.

Beragam patung turut menghiasi kota Ashgabat, misalnya Saparmurat Niyazov Gold Statue lengkap dengan kuda-kudanya sebagai simbol kemerdekaan negara. Saparmurat Niyazov adalah mantan Presiden pertama Turkmenistan yang meninggal pada 21 Desember 2006. [GP]

SHARE