Band Metalcore Amerika Kembali Tampil ke Publik - Male Indonesia
Band Metalcore Amerika Kembali Tampil ke Publik
Gading Perkasa | News

Band beraliran metalcore asal Amerika Serikat, As I Lay Dying kembali menelurkan karya. Setelah aktif di pertengahan tahun 2018 lalu, kini mereka melepas single terbaru berjudul Redefined.

Luis Blanco/flickr

As I Lay Dying tampil bersama formasi lawasnya, termasuk vokalis bermasalah, Tim Lambesis. Dia baru bebas dari penjara usai didakwa atas percobaan pembunuhan pada istrinya.

Seiring bebasnya sang vokalis, mereka merilis single berjudul My Own Grave dan menggelar rangkaian tur Eropa - Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Supermusic, kembalinya As I Lay Dying mendapat respon negatif dari bekas penggemar yang menolak mereka atas alasan kejahatan Lambesis. Vokalis bertubuh kekar itu pun sempat melepas surat terbuka.

“Saya bertanggung jawab atas perilaku saya di masa lalu. Sekarang dengan kelahiran kembali As I Lay Dying, saya ingin menapaki tujuan baru,” tulis Lambesis.

“Mendukung AILD tidak sama seperti masa lalu saya, karena tugas hidup saya sekarang adalah mengobati rasa sakit itu dan menolong mereka yang sedang kecanduan. Bagi saya, penggemar AILD adalah mereka yang percaya bahwa manusia bisa berubah.”

Ia memperoleh pembebasan bersyarat pada Desember 2016 usai menjalani masa tahanan kurang dari separuh dakwaan, yakni enam tahun.

Di tahun 2018, As I Lay Dying mengejutkan banyak pihak saat menyatakan sisa personel, Josh Gilbert (bass), Jordan Mancino (drum), Phil Sgrosso (gitar), dan Nick Hipa (gitar) kembali merekrut Lambesis.

Rangkaian tur mereka di Amerika Serikat juga diwarnai kontroversi. Konser yang dijadwalkan pada 5 April 2019 di Memphis, Tennessee, Amerika, gagal total lantaran sejumlah penggemar musik memprotes kehadiran mereka.

Sebagai catatan, band ini dibentuk pada tahun 2000. Mereka sempat merekam enam judul album hingga tahun 2013 sebelum memutuskan bubar setahun kemudian pasca Lambesis mendekam di bui atas tuduhan berencana. Sisa anggota band sempat membentuk grup heavy metal/metalcore bernama Wovenwar.

Di ranah musik metal dunia, mereka tergolong band yang cukup tersohor karena meraih sejumlah prestasi. Salah satu yang fenomenal adalah lagu mereka berjudul Nothing Left masuk nominasi ajang Grammy Awards di tahun 2008.

Torehan lainnya yaitu penghargaan San Diego Music Awards, serta memenangkan Ultimate Metal God dari stasiun televisi dunia, MTV 2.

Tiap lagu As I Lay Dying mengandung lirik bermuatan positif. Tak seperti band metal lain yang identik dengan kekerasan, nuansa gelap dan realita sosial, mereka justru mengangkat tema religius, sehingga mereka sempat mendapat predikat sebagai white metal. Khususnya pada album Beneath The Encoding of Ashes (2001) sampai Shadows are Security (2005). [GP]

SHARE