After, Pencarian Cinta Sejati di Bangku Kuliah - Male Indonesia
Review Film
After, Pencarian Cinta Sejati di Bangku Kuliah
Gading Perkasa | Review

After merupakan film bergenre drama romantis yang disutradarai oleh Jenny Gage dan diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Anna Todd di tahun 2014. Film ini sendiri telah dirilis pada 11 April 2019 lalu di Jerman.

Bila banyak orang masih asing dengan wajah-wajah yang bermain di dalamnya, itu wajar. Sebab, mayoritas pemain di film tersebut didominasi oleh bintang muda. Tokoh utama wanitanya, Josephine Langford (memerankan Tessa Young), sempat bermain di film Wish Upon (2017).

Sementara tokoh utama pria, Hero Fiennes-Tiffin (Hardin Scott), telah membintangi sedikitnya enam film sebelum After. Antara lain Bigga Than Ben, Harry Potter and the Half Blood Prince, Private Peaceful, The Secret Life of Flowers, Safe, dan Cleaning Up.

Beberapa aktor dan aktris lain yang turut bermain di film After yaitu Pia Mia (Tristan), Samuel Larsen (Zed Evans), Inanna Sarkis (Molly Samuels), dan Selma Blair (Carol Young).

Film ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Tessa Young yang hidupnya berubah total begitu masuk ke sebuah universitas. Sebagai mahasiswa baru, ia tertarik pada Hardin Scott, yang digambarkan sebagai pemuda nakal dan misterius. Padahal, Tessa sendiri telah memiliki kekasih yang merupakan temannya sejak kecil, Noah.

Pertemuan Tessa dan Hardin dimulai di sebuah pesta dan permainan truth or dare. Di sinilah, seorang wanita muda lugu yang merasa asing memasuki dunia malam dan pergaulan teman sebayanya perlahan-lahan berubah.

Hardin mengajak Tessa terbiasa akan semua hal baru yang ia temui. Hingga akhirnya Tessa benar-benar merasa nyaman dan jatuh cinta padanya. Namun, perjalanan mereka berdua tidaklah mulus.

Banyak rintangan yang mereka temui dan penuh akan konflik, emosi, serta kesedihan. Semua itu sempat membuat Tessa merasa tertekan dan kehilangan arah.

Sang sutradara, Jenny Gage, bisa dikatakan jempolan dalam membuat After. Pasalnya, meski mengusung tema percintaan, nyaris tidak ada drama yang terkesan berlebihan sepanjang film.

Ditambah lagi dengan adanya beberapa adegan ‘dewasa’, menjadikan jalan cerita film memiliki perbedaan signifikan dibandingkan film romansa remaja pada umumnya.

Menariknya, adegan dewasa di film After tidak terlalu vulgar dan intens seperti Fifty Shades of Grey garapan Sam Taylor Johnson. Entah karena telah melewati proses edit, atau memang sang sutradara membuatnya demikian sejak awal. [GP]

SHARE