Andalan Dallas Mavericks Memutuskan untuk Pensiun - Male Indonesia
Andalan Dallas Mavericks Memutuskan untuk Pensiun
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Pemain Dallas Mavericks, Dirk Nowitzki memutuskan pensiun dari karier profesionalnya di akhir musim 2018/2019. Dia menutup pertandingan terakhirnya di AT&T Center, kandang San Antonio Spurs pada 11 April 2019 lalu, walau Dallas harus kalah dengan skor 94-105 dari sang rival.

wikimedia commons

Namun rupanya, kubu San Antonio Spurs tidak terlalu bangga atas kemenangan tersebut. Melainkan bagaimana mereka mampu menggelar pertandingan terakhir yang menyenangkan bagi Dirk Nowitzki.

Seperti telah diketahui, Dallas Mavericks dan San Antonio Spurs adalah musuh bebuyutan di NBA. Meski dua tim ini berasal dari Texas, rivalitas di antara mereka merupakan salah satu yang terpanas.

Sebelum Dirk Nowitzki datang, Mavericks bukanlah tim yang benar-benar tangguh. Sempat masuk ke playoff di era 80-an, Mavericks tidak pernah menjadi kandidat juara.

Nowitzki menjalani debut profesionalnya bersama klub Jerman, DJK Wuerzburg pada 1994. Ia lantas dikontrak Mavericks di tahun 1998 dan terus bertahan walau sering mendapat tawaran dari klub lain.

Secara harfiah, Nowitzki mampu membawa Mavericks menyaingi Spurs. Spurs memang masih menjadi tim yang digdaya, namun hadirnya Nowitzki membuat Mavericks merangkak naik di Divisi Barat Daya.

Ia sukses mengantarkan timnya meraih gelar juara NBA 2011, sekaligus menjadi MVP. Sangat besar andil Nowitzki pada keberhasilan Mavericks. Bahkan, selama 21 musim bermain, ia merupakan pemain dengan skor terbanyak keenam sepanjang sejarah NBA, usai membuat 31.000 poin.

Menariknya, meski publik Spurs anti Mavericks, mereka tak pernah benar-benar membenci pria asal Jerman tersebut. Ada rasa hormat cukup besar dari suporter Spurs terhadap Nowitzki. Semua semakin nyata saat dirinya memainkan laga terakhirnya di NBA.

Sebanyak 20 poin dan 10 rebound berhasil dicetak pemain yang identik dengan nomor punggung 41 itu. Alih-alih jengkel, suporter Spurs justru meneriakkan “MVP” setiap Nowitzki memegang bola.

“Malam itu fantastis. Rasanya seperti bermain di kandang. Spurs adalah kakak bagi kami. Mereka selalu mengalahkan kami. Namun, kami berhasil mengalahkan mereka pada 2006 lalu. Buat saya, permainan terbaik saya ada pada kemenangan tersebut,” tutur Nowitzki, sebagaimana dilansir dari ESPN.

“Semua orang, pemain, pelatih, dan staf menyaksikan sebuah sejarah, melihat Nowitzki memainkan laga terakhirnya. Ia bermain dengan baik. Itu tak mengejutkan. Ia tampak senang, dan saya bahagia melihatnya,” ujar Gregg Popovich, pelatih San Antonio Spurs.

Adalah hal yang langka seorang pemain dari tim rival disambut luar biasa. Respek yang diberikan publik Spurs menunjukkan betapa agungnya Dirk Nowitzki.

Setelah pensiun, ia memutuskan tetap tinggal di Dallas. Dia merasa kota itu sudah menjadi tempat tinggalnya.

“Saya meninggalkan Jerman lebih dari 20 tahun lalu. Texas sekarang kini adalah rumah bagi saya dan tak ada rencana untuk meninggalkannya,” ucap Nowitzki. [GP]

SHARE