Amazon Persiapkan Hal Baru Untuk Indonesia - Male Indonesia
Amazon Persiapkan Hal Baru Untuk Indonesia
Gading Perkasa | Digital Life

Beberapa waktu lalu, raksasa komputasi awan, Amazon Web Services (AWS) mengumumkan bahwa mereka berencana membuka cloud data center pertamanya di Indonesia.

wikimedia commons

Dalam keterangan resmi Amazon, bakal ada tiga cloud data center di Jakarta yang siap beroperasi pada akhir 2021 atau menjelang awal 2022. Untuk saat ini, Amazon Web Services sedang berada dalam tahap pembangunan wilayah cloud.

Rangkaian Investasi di Amazon Web Services
Pembukaan cloud data center Amazon Web Services di Indonesia tidak dilakukan tanpa sebab. Ini merupakan salah satu rangkaian investasi yang dijalankan Amazon di pasar.

Sebelum membangun cloud data center di tanah air, Amazon sudah lebih dulu membuka kantor konsultasi di Jakarta pada tahun 2018 lalu.

Sedangkan di tahun 2017, Amazon Web Services memiliki program pendidikan yang diberi nama AWS Educate, bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat. Kerja sama tersebut juga atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia.

Sebelum Jakarta, AWS telah memiliki delapan region lain di Asia Pasifik, yaitu Beijing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo dan Hong Kong. Secara global, AWS memiliki 61 availability zone di 20 region. Serta 12 availability zone baru yang akan beroperasi pada semester pertama tahun 2020.

Menurut Vice President of Global Infrastructure and Customer Support AWS, Peter De Santis, membuka AWS Region di Indonesia akan mendukung ekosistem startup yang tumbuh pesat, perusahaan-perusahaan besar dan badan-badan pemerintah.

“Pembukaan AWS Region membantu menciptakan lebih banyak pekerjaan dan perusahaan di sektor teknologi, mendorong ekonomi nasional dan memungkinkan perusahaan di berbagai sektor menurunkan biaya, meningkatkan kelincahan dan meningkatkan fleksibilitas,” katanya seperti dikutip dari ZDNet.

Bukan Satu-Satunya Perusahaan yang Membuka Cloud Data Center di Indonesia
Kabar pembangunan pusat data milik AWS sudah pasti mengejutkan. Menariknya lagi, ternyata AWS bukan satu-satunya perusahaan luar negeri yang punya cloud di Indonesia.

Pada 2018 lalu, Google Cloud sudah mengumumkan kalau mereka sedang melakukan hal serupa. Sedangkan pesaingnya, Alibaba Cloud, memutuskan akan membangun pusat data kedua di Indonesia pada 2019.

Adanya cloud data center Amazon tentu membawa iklim positif bagi investasi cloud lokal. International Data Corporation memprediksi, pengeluaran cloud publik akan mencapai 500 juta USD pada tahun 2020. [GP]

SHARE