Tendangan Unik yang Mempermalukan Penjaga Gawang - Male Indonesia
Tendangan Unik yang Mempermalukan Penjaga Gawang
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Pada 20 Juni 1976, dunia sepak bola dikejutkan dengan aksi dari seorang Antonin Panenka. Aksi itu membuat negara Panenka, Cekoslowakia memenangi gelar Piala Eropa untuk pertama dan terakhir kalinya.

wikimedia commons

Kala itu, di Stadion Crvena Zvezda, Yugoslavia, Cekoslowakia mengalahkan Jerman Barat dalam adu penalti usai Antonin Panenka mengecoh Sepp Maier dengan tendangan yang kini lazim disebut tendangan Panenka.

Apa yang dilakukan Panenka sebenarnya sederhana. Alih-alih menghajar bola sekuat tenaga, dia lebih memilih mencungkil bola untuk mengelabui Maier yang hampir dipastikan melompat ke salah satu sisi gawang.

“Well, saya rasa Sepp Maier masih kesal. Sepertinya dia tidak terlalu suka mendengar nama saya,” kata Panenka, seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

Hal itu tentu dapat dipahami. Biar bagaimanapun juga, Maier adalah satu di antara sekian banyak kiper terbaik dalam sejarah si kulit bundar. Sehingga wajar kalau dia kesal dipermalukan oleh Panenka di ajang bergengsi sekelas Piala Eropa.

“Saya tidak bermaksud mempermalukan dia. Saya memilih melakukannya karena saya anggap sebagai cara termudah untuk mengeksekusi penalti. Sesederhana itu,” ujar Panenka.

Tendangan Panenka merupakan sebuah revolusi, sebab setelahnya, banyak pemain berusaha mencobanya. Yang paling mudah diingat tentu saja penalti Andrea Pirlo ke gawang Joe Hart pada Piala Eropa 2012. Berikutnya penalti Zinedine Zidane ke gawang Gianluigi Buffon di Piala Dunia 2006.

Jika berhasil, tendangan Panenka bakal terlihat berkelas dan keren. Selain menunjukkan betapa tenang sang eksekutor, rasa malu di wajah sang kiper pun menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kekerenan tersebut.

wikimedia commons

Joe Hart sendiri begitu terhina usai dibobol Pirlo lewat penalti Panenka. Padahal, sebelumnya ia sempat mencoba mengintimidasi Pirlo.

Karena berkelas, tendangan Panenka pun kemudian identik dengan pemain-pemain yang memang berkarisma. Selain Pirlo dan Zidane, ada Francesco Totti. Dalam dunia sepak bola Italia, tendangan tersebut dikenal sebagai il cucchiaio d’argento atau tendangan sendok.

Tendangan sendok Totti paling dikenang terjadi di Piala Eropa 2000 kala Italia melawan Belanda di semifinal. Gli Azzurri yang bermain dengan 10 orang sukses menahan gempuran Belanda selama 120 menit sebelum memenangi adu penalti.

Melihat contoh di atas, sah rasanya jika mengidentikkan tendangan Panenka dengan kejayaan. Namun kenyataannya tidaklah semanis itu. Apabila eksekusi ini gagal, si penendang bakal merasa malu dan dicemooh oleh seisi stadion.

Saat Antonin Panenka pertama kali mempraktikkannya, Maier belum pernah melihat hal ini dilakukan. Seiring waktu, kiper-kiper modern tentunya sudah banyak belajar. [GP]

SHARE