Hotel Mumbai, Serangan Nyata Teroris di India - Male Indonesia
Review Film
Hotel Mumbai, Serangan Nyata Teroris di India
Sopan Sopian | Review

Film Hotel Mumbai merupakan film kisah nyata serangan teroris di Mumbai pada November 2008 lalu. Serangkaian serangan teroris tersebut terkoordinasi dan terjadi serentak di sejumlah tempat di sekitar kota Mumbai, ibukota finansial dan kota terbesar di India, serta menewaskan sedikitnya 170 orang.

Seperti pada kenyataanya. Film Hotel Mumbai pun berfokus di hotel berbintang lima yang bernama Taj Mahal Palace Hotel. Di hotel ini, teroris menyandera puluhan tamu yang sebagian besar adalah warga asing.

Film yang disutradarai oleh Anthony Maras ini dibintangi oleh Dev Patel, Armie Hammer, Nazanin Boniadi, Anupam Kher, Tilda Cobham-Hervey, Jason Isaacs, Suhail Nayyar, dan Natasha Liu Bordizzo .

Ringkasan
28 November 2008, Arjun (Dev Patel), warga miskin India harus berjuang mencari nafkah untuk keluarganya. Ia bekerja sebagai pegawai hotel berbintang lima langganan politisi hingga selebriti dunia, yakni Taj Mahal Palace Hotel di Mumbai, India. 

Saat itu hotel begitu sibuk. Karena kedatangan tamu VIP, yakni pasangan suami istri David (Armie Hammer) dan Zahra (Nazanin Boniadi) yang membawa anaknya yang masih bayi serta pengasuhnya, Sally (Tilda Cobham-Hervey).

Di hari yang sama, sekelompok teroris yang terorganisir dan dikenal sebagai Bull tiba di Mumbai. Mereka bergerak dan menyebar ke tempat-tempat yang sudah ditentukan. Seperti stasiun kereta, jalan umum, dan juga Taj Hotel yang menjadi tujuan utamanya. Mereka menembagi warga secara brutal dan sembarang tanpa pandang bulu.

Polisi setempat pun tidak mampu menangani serangan itu, karena mereka tak memiliki kemampuan untuk melumpuhkan serangan teroris. Mereka hanya bisa menunggu pasukan khusus tiba dari Dehli Baru, yang jaraknya cukup memakan waktu. 

 
 

Di hotel, Arjun, David, Zahra, dan Vasili terperangkap di hotel dengan sejumlah tamu lain. Sementara Sally, tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, ia bersama Cameron di kamar hotel mereka. Arjun beserta dengan staf hotel berusaha menjaga keselamatan para tamu yang berada di dalam restoran agar tidak menjadi korban. 

Ketakutan, tembakan, bom rakitan terus meletup di dalam hotel. Membuat para tamu yang berlindung bersama Arjin semakin khawatir. Apalagi David, yang meninggalkan Sally dan anaknya di dalam kamar. Ia khawatir anak dan pengasuhnya menjadi korban teroris yang menyisir kamar. 

David pun sempat bersitegang dengan Arjun. Tapi David tetap nekat ingin ke kamar hotel demi menyelamatkan anak dan pengasuhnya. Bagaimanakah nasib David dan anaknya? Lalu, apakah Arjun bisa menyelamatkan nyawa para tamu hotel?

Highlight
Film Hotel Mumbai rasanya seperti melihat adegan teroris nyata. Adegan-adegan yang diperlihatkan membuat tegang penonton. Lebih seram dari apa yang dibayangkan ketika menonton film horor. Penonton di bawa pada suasana mencekam para korban yang bersembunyi dan teganya para teroris meberondong peluru kepada para korban.

Ketegangan semakin memuncak ketika para teroris menyisir kamar-kamar hotel dengan mengetuk pintu dan mengaku sebagai pegawai hotel. Dor! tanpa ampun ketika pintu dibuka. Apalagi, ketika teroris membakar sudur-sudut hotel dan menemukan persembunyian Arjun dan para tamu.

Alur maju dalam cerita film ini membuat penonton tak harus berpikir keras. Justru narasi-narasi yang menjengkelkan dan keras kepala para tamu yang sok benar saat bersembunyi, berhasil dibangun. Sehingga membuat penonton merasa gemas.

Dev Patel yang memerankan tokoh Arjun menjadi pusat perhatian. Aktingnya yang memukau, sukses membangun suasana selama penyelamatan para tamu. Begitu juga Nazanin Boniadi sebagai Zahra. Sukses membuat penonton gemas dengan keras kepalanya dan membuat jalan cerita film tersebut semakin rumit dan menegangkan.

Maras, sang sutradara, seperti benar-benar memperhitungkan detil. Hotel Taj Mahal dibuat seperti nyata dengan desain interorir dan pakaian yang membalut dari setiap pemerannya. 

Secara keseluruhan, film Hotel Mumbai berhasil menampilkan detil, ketegangan, hingga dramatisasi dari sebuah tragedi secara menarik. Penonton seperti mengenang kembali perisitwa menegangkan yang tejadi pada November 2008 itu. *** (SS)

SHARE