Vertigo Jadi Gejala Awal penyakit yang Berbahaya - Male Indonesia
Vertigo Jadi Gejala Awal penyakit yang Berbahaya
Gading Perkasa | Sex & Health

Penyakit vertigo bisa menganggu kegiatan sehari-hari. Hal ini karena rasa sakit di kepala tak tertahankan seperti berputar. Namun di samping itu semua, Anda harus mewaspadai kondisi vertigo, karena ternyata bisa jadi gejala awal dari stroke.

vertigo - male Indonesiapexels.com

Menurut dr. Marthin Tori, Sp.S, sebagian kecil dari penyakit vertigo bisa disebabkan oleh gangguan pada aliran darah yang memicu stroke. Itu sebabnya, penderita vertigo harus berkonsultasi lebih lanjut karena dikhawatirkan mengarah pada stroke.

“Secara umum vertigo terbagi dua jenis, namun yang berpotensi menyebabkan stroke adalah gangguan saraf di sentral otak. Karena menghambat jalannya aliran yang menuju ke otak, gejalanya adalah hilang keseimbangan,” ujarnya seperti dilansir dari Himedik.

Sejumlah faktor lain yang bisa memicu vertigo antara lain penyakit migrain, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak.

Kelainan pada telinga juga sering menjadi penyebab vertigo, termasuk pula kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. Atau gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak maupun pada otak sendiri.

Ia menambahkan, pola hidup sehat amat penting untuk menjaga berbagai macam penyakit yang timbul, salah satunya stroke. Kondisi stroke timbul karena pola hidup yang tidak terjaga seperti kurang berolahraga secara rutin atau akibat dari pola makan tidak sehat dan asupan gizi minim.

“Definisi dari stroke menurut WHO adalah kumpulan gejala yang muncul secara mendadak karena gangguan fungsi otak. Penyebabnya berasal dari pembuluh darah yang berlangsung lebih dari 24 jam,” tutur Marthin.

Pada tahun 2015, stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi kedua di dunia setelah penyakit jantung. Di Indonesia sendiri, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi tahun 2014 sebesar 21,1 %.

Marthin menjelaskan, jenis stroke terbagi dua, yaitu stroke sumbatan yang sering terjadi karena pembekuan darah menuju otak. Lalu stroke berdarah, pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan karena hipertensi.

Umumnya, risiko seseorang mengalami vertigo akan meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan beberapa penelitian mengungkap, angka penderita vertigo di atas usia 40 tahun mencapai 40 %. [GP]

SHARE