Pramugari yang Lolos dari Maut Kecelakaan Pesawat - Male Indonesia
Pramugari yang Lolos dari Maut Kecelakaan Pesawat
Gading Perkasa | Story

Pada 26 Januari 1972, Vesna Vulovic yang berprofesi sebagai pramugari maskapai terbesar Yugoslavia, JAT penerbangan 367 mengalami kecelakaan pesawat. Ajaibnya,  ia berhasil selamat meski jatuh dari ketinggian.

Ilustrasi kecelakaan pesawat/wikimedia commons

Seharusnya ia tak ada di pesawat karena sedang libur. Namun, Vesna Vulovic dipanggil untuk bertugas karena tertukar dengan pramugari lain yang juga bernama Vesna.

Pesawat lepas landas dari Bandara Kopenhagen, Denmark, pada pukul 15.15 waktu setempat. 16 menit kemudian, ledakan terjadi di kompartemen bagasi pesawat. Saking kuatnya, ledakan merobek badan pesawat di tengah penerbangan, tepat di atas wilayah perbatasan Cekoslovakia dan Jerman.

Sebanyak 27 dari 28 awak dan penumpang pesawat tewas seketika saat tubuh mereka tersedot keluar dari pesawat dan terpapar suhu beku. Sebagian meninggal dunia usai menghantam permukaan bersalju di desa kecil Srbska Kamenice.

Hanya Vulovic yang selamat. Ia jatuh dari ketinggian 33 ribu kaki atau 10.160 meter di atas permukaan laut tanpa parasut. Seorang warga desa, Bruno Honke, kaget bukan main ketika mendengar rintihan minta tolong Vulovic di antara puing-puing pesawat yang berserakan.

Beruntung Honke pernah menjadi tenaga medis selama Perang Dunia II. Pria itu melakukan segala cara untuk menjaga agar Vulovic tetap hidup sebelum tim medis datang ke lokasi.

Vesna Vulovic mengalami luka parah, darahnya terkuras. Ia nyaris meregang nyawa. Retak atau patah tulang terjadi di tengkorak, dua kaki, dua tulang belakang, seluruh panggul, dan beberapa tulang iga.

Salju tebal dan lokasi jatuhnya pesawat di antara pepohonan di hutan yang menutupi lereng bukit mengurangi dampak tumbukan dan menyelamatkan nyawanya.

wikimedia commons

Ia mengalami koma selama beberapa minggu pasca kejadian. Saat sadarkan diri, sang pramugari kehilangan memori soal apa yang terjadi pada detik-detik kecelakaan.

“Hal pertama yang kuingat adalah melihat kedua orangtuaku di rumah sakit. Aku bertanya mengapa mereka di dekatku,” kata dia kepada Green Light Limited, perusahaan pelatihan keamanan yang bermarkas di London, seperti dikutip dari The Vintage News.

Belakangan, ia mengingat kejadian sebelum kecelakaan pesawat. Para rekannya hari itu mengajaknya belanja. “Semua orang ingin membeli sesuatu untuk keluarganya. Seakan tahu mereka akan segera tiada. Mereka tak mengatakan apa-apa, tapi aku bisa merasakannya.”

Sebuah penyelidikan menyimpulkan bahwa pesawat meledak akibat bom yang dampaknya memisahkan kokpit dari badan pesawat lain.

Mengapa Vesna Vulovic bisa selamat? Kala itu ia terperangkap di kursinya. Sebuah troli makanan secara ajaib menahan tubuhnya sehingga sang pramugari tak langsung tersedot keluar.

Meskipun lumpuh dari pinggang ke bawah, dalam beberapa bulan ia sembuh total. Vulovic menjalani kehidupan normal selama empat dekade kemudian, dan meninggal dunia pada 23 Desember 2016. [GP]

SHARE