Berikan Solusi Cepat, Dapatkan Layanan Kesehatan - Male Indonesia
Startup
Berikan Solusi Cepat, Dapatkan Layanan Kesehatan
Gading Perkasa | Works

Di Indonesia, nyaris tidak ada aplikasi yang dapat memberikan layanan kesehatan secara efisien. Sampai akhirnya Medi-Call hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di kota-kota besar.

Photo doc.

“Kita mulai start layanan kesehatan ini pada Februari 2017 di Bali dan Jabodetabek. Selama satu tahun, kita develop aplikasinya serta pematangan sistem. Sekitar Maret 2018 kita resmi berdiri di sepuluh kota,” kata Budhi Riyanta, CEO dan Co-Founder Medi-Call kepada MALE Indonesia.

“Medi-Call hadir di 20 kota di Indonesia. Selain Jabodetabek, ada Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali, Medan, Makassar, Palembang, Pontianak, dan banyak lagi.”

Dituturkan oleh Budhi, Medi-Call adalah online to offline platform, menghubungkan tenaga medis dan pasien yang membutuhkan layanan home visit serta home care.

“Ide awal saya buka usaha ini, dulu saya bekerja di sebuah klinik swasta di Bali. Rata-rata pasien saya warga negara asing, yang sulit akses ke rumah sakit dan ingin comfort,” tutur dia.

“Saya pun berpikir, bagaimana agar layanan home visit bisa mudah diakses. Akhirnya saya bikin aplikasi ini, dan partner kita sudah lebih dari 1.000 orang. Di Jakarta sendiri tenaga medis sekitar 200 orang, terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan fisioterapi,” tuturnya lagi.

Photo doc.

Dalam pengerjaan aplikasi Medi-Call, lanjut Budhi, memakan waktu sekitar tiga bulan. Banyak sekali kendala yang ia temukan, dan tidak seluruhnya bisa diselesaikan dengan aplikasi.

“Kita butuh effort lebih meyakinkan partner untuk gabung. Waktu launching pertama kali, baru ada 1-2 dokter yang aktif. Segala cara kita lakukan, mengadakan training dan membangun komunitas. Seiring berjalannya waktu, partner semakin trust. Sekarang, setiap satu request, ada sekitar 8-10 partner standby.”

Upaya mengenalkan Medi-Call ke masyarakat pun bukan perkara mudah. “Prosesnya berdarah-darah, tapi kita tetap jalani, lakukan word of mouth selama setahun. Baru di tahun 2018, reputasi mulai terbentuk. Bahkan kita sudah menerima 1.000 request per bulan,” ucapnya ramah.

Budhi menyebut, segmen pasar Medi-Call adalah mereka yang immobile atau berusia lanjut dan menderita penyakit kronis. Serta mereka yang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu pergi ke rumah sakit.

“Medi-Call telah bekerja sama dengan apotek K24 untuk delivery medicine, sehingga kita tidak melanggar peraturan terkait dispensing obat-obatan. Inilah yang tidak dimiliki oleh provider konvensional,” ucap dia.

Jumlah karyawan Medi-Call sebanyak 25 orang, tersebar di tiga kantor, yaitu Jakarta (business development dan strategic), Yogyakarta (operation), serta Bali (recruitment).

Photo doc.

“Saat ini, kita sedang dalam tahapan bootstrapping, mencari pendanaan dari investor untuk venture capital.”

Ia berharap, Medi-Call dapat semakin berkembang lima tahun ke depan. “Kita ingin menambah jumlah kota, inline ke location based application lain. Sekarang baru ada dokter umum, dan nantinya kita hadirkan dokter spesialis. Mudah-mudahan juga, semua insurance swasta menggunakan layanan kita.”

Tidak lupa Budhi membagikan tips dalam memulai suatu usaha. “Yang paling penting adalah visi. Jangan hanya melihat seberapa besar usaha Anda ke depan dan apa yang akan diperoleh. Anda juga harus siap mengorbankan sesuatu,” kata dia kepada MALE Indonesia. [GP]

SHARE