Sosok Pelatih yang Pernah Main di Klub yang Sama - Male Indonesia
Sosok Pelatih yang Pernah Main di Klub yang Sama
MALE ID | Sport & Hobby

Manchester United akhirnya resmi menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih permanen dan mengontraknya selama tiga tahun. Hal itu diumumkan pada akun twitter resmi  MU pada Kamis, 28 Maret 2019. Sebelumnya Solskjaer ditunjuk sebagai manajer sementara pada Desember tahun lalu. Ia kemudian mampu memenangi delapan pertandingan pertamanya. Sejauh ini, manajer kelahiran Norwegia ini telah meraih 14 kemenangan dan dua hasil imbang dalam 19 pertandingan. Dia juga telah mengumpulkan lebih banyak poin di  Liga Primer Inggris dari pada klub lain selama waktu dia melatih MU.

Photo:wikimedia.commons/Tor Atle Kleven

Solskjaer sendiri lebih lebih dulu tenar sebagai pesepakbola. Pemilik julukan Baby Faced Assasin itu menghabiskan sebagian besar kariernya bersama MU, klub yang di latih dia sekarang ini merupakan klub yang dia bela di antara tahun 1996 dan 2007. Selama 11 tahun, Solskjaer memang lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti. Namun, jangan salah justru dari bangku cadangan lah Solskjaer kerap menjadi penentu kemenangan Setan Merah. Berikut ini merupakan pelatih-pelatih yang juga pernah melatih dan main di club yang sama

1. Zineidine Zidane


Photo: wikimedia.commons/????? ??????

Zidane sendiri pernah menjadi pemain Real Madrid ketika di Beli dari Juventus yang sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-2002 dengan nilai 46 juta Poundsterling, atau setara dengan Rp788 Miliar sebelum digeser oleh pemain Real Madrid lainnya Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Di madrid sebagai pemain dia menyumbangkan satu gelar Liga Champions dan satu gelar Laliga bersama Real Madrid.  Prestasi Zidane tak hanya saat bersatus pemain, setelah resmi menjadi pelatih Real Madrid pada Januari 2016 menggantikan Rafa Benitez, pria keturunan Aljazair itu langsung membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions, Super Cup dan piala dunia antar klub.

Zidane pun menambah prestasinya dalam dunia kepelatihan setelah kembali membawa Madrid menjuarai UCL ketiga kalinya secara beruntun dan satu trofi Laliga di musim 2016/2017-2017/2018. Raihan tersebut sekaligus membuat dirinya mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu meraih tiga tittle Liga Champions dalam kurung waktu kurang tiga tahun.

2. Pep Guardiola


Photo: wikimedia.commons/?????? ????

Josep Guardiola i Sala atau lebih dikenal dengan sebutan Pep Guardiola, adalah mantan pemain sepak bola asal Spanyol dan Barcelona. Josep Guardiola menghabiskan kebanyakan karirnya sebagai pemain di Barcelona. Dia menjadi bagian dream team di bawah kepelatihan Johan Cruyff yang membawa Barcelona memenangkan gelar Eropa mereka untuk pertama kalinya. Guardiola pun di tunjuk menjadi kapten di 4 tahun terakhirnya bersama Barcelona.

Setelah pensiun sebagai pemain, Guardiola menjadi pelatih dari tim Barcelona B. Guardiola menggantikan Frank Rijkaard sebagai pelatih tim utama. Dia menandatangani kontraknya pada Juni 2008. Pada musim awal kepelatihannya, Barcelona berhasil mengakhiri musim dengan meraih tiga gelar sekaligus (treble) yaitu La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Selain itu, Barcelona menjadi tim tersubur di antara jajaran liga-liga terbaik Eropa dengan mencetak sekitar 150 gol di semua kompetisi. Pada tahun 2009, menjadi puncak kejayaannya Pep Guardiola dengan Barca, dengan meraih 6 trofi sekaligus di kejuaraan domestik, maupun di Eropa.

Trofi yang dimenangkan Pep bersama Barca pada tahun itu, yaitu: La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA, sekaligus menjadi pelatih terbaik tahun (musim) itu. Guardiola tercatat sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Barcelona dengan 14 (empat belas) trofi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun melatih.

3. Luis Enrique

Male IndonesiaPhoto: wikimedia.commons/Lluís

Selama membela Barcelona (1996 hingga 2004), Enrique mampu mencetak 144 gol dari 558 pertandingan di seluruh ajang kompetisi. Dia juga berhasil membawa Barcelona merengkuh tujuh trofi. Usai gantung sepatu pada 2004, Enrique coba peruntungannya sebagai pelatih pada 2008. Akan tetapi, awal karier Enrique tidak berjalan mulus.

Setelah melatih Barcelona B, dia dipinang AS Roma pada Juni 2011. Sayang, pria 45 tahun hanya semusim melatih Roma karena dinilai gagal. Dia pun melanjutkan karier bersama Celta Vigo pada musim 2013-2014, sebelum akhirnya mendapat kepercayaan mengarsiteki Barcelona pada Mei 2014. Bersama El Barca, karier Luis Enrique melesat bak roket.

Sepanjang 2015, dia mampu membawa Los Cules medapatkan treble winner yang kedua kalinya sepanjang sejarah dan meraih lima gelar juara, yakni La Liga Spanyol, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Berkat keberhasilannya tersebut, Enrique dianugerahi penghargaan FIFA World Coach of the Year 2015.

4. Antonio Conte

Male IndonesiaPhoto: Clément Bucco-Lechat,Wikimedia

Conte memiliki karier yang cemerlang saat masih aktif bermain dari 1985 hingga 2004. Selama 19 tahun berkarier sebagai pesepak bola, prestasi gemilangnya adalah ketika memperkuat Juventus. Total, 15 gelar juara mampu diraih Conte bersama Juve. Sayang, dia gagal membawa timnas Italia meraih trofi, setelah hanya menempati posisi runner-up Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 2000. Saat memutuskan menjadi pelatih pada 2006, karier Antonio Conte juga sukses bersama Juventus. 

SHARE