Kisah Seniman Tato Wanita Bersama Singleton - Male Indonesia
Kisah Seniman Tato Wanita Bersama Singleton
MALE ID | Whats Up

The Singleton, produk wiski dengan komposisi seimbang kini hadir kembali dengan membuat workshop bersama seniman tato dan pendiri Side Space Parlour, Nadya Natassya. Sebagai bagian dari kampanye “Unlearn The Rules”, sesi keempat dari seri ini akan menampilkan perjalanan pribadi Nadya menjadi salah satu seniman tato perempuan muda di Indonesia

Rasa keingintahuannya dalam melukis di living canvas dimulai ketika ia di usia SMA. “Sebagai seorang remaja, aku selalu tertarik pada pelampiasan ekspresi dan sebuah kreativitas. Inilah yang akhirnya membuatku berani menato tubuhku. Karena dimulai dengan ketertarikan inilah yang akhirnya menjadi gairah bagiku. Meskipun pada awalnya sulit mencari media dan alat tato, tetapi aku tidak pernah membiarkan orang lain melarangku.  Sekarang, hal ini malah menjadi profesi bagiku dan membuatku tidak memiliki batasan dalam berkreasi di dunia tato.” Kata Nadya.

Tidak puas dengan keadaan yang seperti itu, Nadya dan rekannya semangat dan fokus dalam menyebarkan pesan untuk selalu berkarya lewati batas. Diluncurkan pada Februari 2018, saat ini Sidespace Tattoo Parlour miliknya memiliki 4 seniman tato yang mempunyai aliran seni yang berbeda, dan menawarkan pilihan tato bagi pelanggannya. Nadya sendiri sebagai pemilik usaha, dikenal sebagai seniman aliran tato kontemporer.

Ketika seni tato dicap sebagai sebuah tindakan dengan persepsi dan stigma negatif, Nadya mencari jawaban dan kesempatan untuk menjawab ini semua. “Sekarang, tato bukanlah tabu lagi, tato sekarang dianggap menjadi sebuah penyampaian pesan dan makna. Dengan perkembangan tato saat ini, profesi tato menjadi sebuah bidang pekerjaan yang sangat menjanjikan.”

“Karena zaman terus berubah, kita semua perlu beradaptasi. Jika melihat tato pada masa lalu yang bersifat konservatif dan memiliki pangsa yang sangat kecil, sangat sedikit orang yang ingin menjadi seniman tato untuk sebuah pekerjaan. Namun perjalanan saya yang didasari oleh passion akhirnya membuahkan sebuah penghasilan tersendiri. Dari yang awalnya hanya membuat tato, kini berubah. Seniman kini banyak terlibat dalam pemberian makna dan refleksi yang diinginkan oleh para pelanggannya.” Tambah Nadya.

Saat ini, Nadya merupakan satu dari beberapa seniman yang paling banyak permintaan dari pelanggan tato di Jakarta, ia terkenal dengan gaya yang penuh warna. Desain tatonya menunjukan detail, penuh warna, dan penuh kesan kontemporer. Dia mengubah persepsi sebuah tato yang awalnya tidak menguntungkan menjadi sebuah karya seni yang sangat indah. Tato sangat personal dan menggambarkan karakter siapa pembuatnya dan siapa pemiliknya. Tato menggambarkan siapa dirimu dan itulah mengapa Nadya tidak pernah membuat tato dengan desain yang sama kepada orang yang berbeda.

Teruntuk para penggemar tato di Indonesia yang ingin membuat pesan dalam tatonya, mengeksplorasi, berkreasi, dan berinovasi dengan keinginan dan selera mereka sendiri. Brand ini akan memberikan sesi Workshop yang berisikan 4 tokoh muda Indonesia yang dapat menginspirasi terkait tema berpikir dan berkarya diluar batas. The Singleton mengundang para pemuda Indonesia untuk memutuskan persepsi dan perspektif negatif tentang tato, menjadi seseorang yang jujur, dan dapat menjadi pribadi yang dapat meraih kesempatan yang baru dan menarik. Sesi ‘Unlearn the Rules’ ini memacu seseorang untuk meninggalkan aturan lama dan kolot untuk segera melakukan hal yang berbeda sesuai dengan passion kita masing-masing dalam berkarya dan menikmati The Singleton.

Sebagai bagia dari kampanye terintergarsi global, “Unapologetically Enjoyed”, Singleton mendorong para konsumennya untuk lebih eksperimental dalam menikmati cita rasa minuman Malt Scotch Wiski yang kaya akan komposisi. The Singleton adalah merek wiski yang menawarkan kesegaran dan merangsang seseorang untuk mengekspresikan passion mereka. Cara inilah yang menciptakan sensasi baru dan banyak cerita bagi peminumnya.Kampanye ini menampilkan tokoh ikonik  yang merupakan pendiri dari beberapa komunitas inspiratif dan memiliki nilai ‘Unlearn the Rules’ yang juga adalah nilai yang dimiliki oleh The Singleton **RM

SHARE