Waduh! Terlalu Bersih Justru Tak Baik Untuk Anda - Male Indonesia
Waduh! Terlalu Bersih Justru Tak Baik Untuk Anda
MALE ID | Sex & Health

Tak menjaga kebersihan diri merupakan sebuah hal yang bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit dan masalah kesehatan. Namun ternyata menjaga diri terlalu bersih juga bisa menimbulkan masalah lain pada tubuh Anda.

Pixabay.com

Dilansir dari The Health Site, sebuah penelitian menemukan bahwa ketika seseorang terlalu bersih, maka bakteri di dalam diri justru menguat. Hasil penelitian itu didapat dari percobaan di Universitas Graz di Austria yang meneliti mengenai daya tahan mikroorganisme dan antibiotik.

Berdasar penelitian tersebut, diketahui bahwa diversitas mikroba menurun di bagian tubuh dengan tingkat kebersihan tinggi. Namun sebaliknya, daya tahan yang dimiliki juga meningkat. Tim peneliti meneliti bagian intensive care unit (ICU) yang memiliki kontrol mikroba dan kebersihan yang cukup tinggi. Hasil dari tempat tersebut dibandingkan dengan hasil dari gedung umum yang tak dikontrol mikrobanya.

"Pada lingkungan dengan kontrol mikroba yang kuat di ICU dan ruang bersih yang digunakan untuk industri, terdapat peningkatan daya tahan antibiotik yang menunjukkan potensi tinggi untuk digabungkan dengan patogen," jelas Alexander Manhert, direktur di universitas tersebut.

Resistensi Antibiotik Bisa Sebabkan Kematian
Resistensi antibiotik membuat bakteri merugikan sulit dibasmi. Akibatnya, muncul kuman-kuman super penyebab penyakit yang bisa menimbulkan kematian. 

Alasannya resistensi antibiotik disebabkan karena bakteri tidak lagi dapat dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi. Akibatnya dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa jumlah orang yang meninggal dunia karena resistensi bakteri terhadap antibiotik meningkat di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, resistensi antibiotik bertanggung jawab atas 700 ribu kematian di seluruh dunia. WHO memperkirakan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, resistensi antibiotik akan mengakibatkan sekitar 10 juta kematian secara global setiap tahun pada 2050.

Tim peneliti ini merekomendasikan penganginan secara teratur, tanaman hias, penggunaan mikroorganisme secara hati-hati, serta pengurangan pembersih dengan antibakteri menjadi strategi meningkatkan keragaman mikroba.  Hasil penelitian menunjukkan, keragaman mikroba yang stabil di wilayah klinis menangkal penyebaran resistensi antibiotik. *** (SS)

SHARE