Bisa Bahasa Jawa, Anda Bisa Kunjungi Negara Ini - Male Indonesia
Bisa Bahasa Jawa, Anda Bisa Kunjungi Negara Ini
MALE ID | Relax

Seperti telah diketahui bersama, bahasa merupakan alat komunikasi di setiap negara. Sekaligus sebagai identitas dari mana seseorang berasal. Jika menggunakan bahasa Inggris, kemungkinan besar orang itu berasal dari Inggris, Australia, atau Amerika Serikat.

Begitu pula dengan bahasa Jawa. Mereka yang mengucapkannya rata-rata adalah orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pertanyaannya, mungkinkah traveling ke luar negeri hanya bermodalkan bahasa Jawa?

Tentu saja MALEnials. Sebab ada tiga negara di dunia yang menjadikan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari BBC.

Nouvelle Celedonie

wikimedia commons

Nouvelle Celedonie adalah sebuah negara berbentuk kepulauan di bagian selatan Samudra Pasifik. Negara ini juga dikenal dengan Kaledonia Baru dan beribukota di Noumea. Sebagian besar penduduk Nouvelle Celedonie berasal dari suku Jawa.

Dahulu, banyak imigran di Pulau Jawa mencari kerja ke sana, dan mereka menetap sampai sekarang. Selain bahasa Prancis, negara ini memakai bahasa Jawa sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Cocos Island

wikimedia commons

Cocos Island (Pulau Cocos) memiliki luas sekitar 14 km persegi. Letaknya berada di Lautan Hindia. Cocos Island beribukota di West Island. Sebagian wilayahnya terdiri atas dataran rendah berkarang koral.

Sekitar 80 % penduduknya berasal dari Jawa dan Melayu. Mereka dibawa oleh bangsa Inggris di abad ke 19 sebagai pekerja di perkebunan. Logo negara kepulauan ini bahkan menggunakan bahasa Indonesia, “Maju Pulu Kita”. Bahasa resminya Jawa, Indonesia, dan Inggris.

Suriname

Dan Sloan/flickr

Suriname terletak di Amerika Selatan. Di masa lalu, negara ini merupakan bekas jajahan Belanda (kala itu masih bernama Guyana Belanda). Dilihat dari kondisi geografis, Suriname berbatasan dengan Guyana di bagian barat, Guyana Prancis di bagian timur, Brasil di bagian selatan, dan Lautan Atlantik di bagian utara.

Antara tahun 1890 hingga 1939, sebanyak 75 ribu jiwa orang yang berasal dari suku Jawa dibawa oleh Belanda sebagai pekerja. Kini, 15 % penduduk negara tersebut memakai bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jabatan-jabatan penting di pemerintahan pun sudah banyak dijabat oleh orang keturunan Jawa. [GP]

SHARE