Microsoft Siapkan Senjata Baru di Industri Game - Male Indonesia
Microsoft Siapkan Senjata Baru di Industri Game
Gading Perkasa | Digital Life

Belum lama ini Google telah menggebrak industri game dengan mengumumkan layanan cloud gaming miliknya. Layanan itu bernama Google Stadia, dan disebut dapat mengancam eksistensi konsol game lain, salah satunya adalah Xbox milik Microsoft.

gaming-Male-Indonesia pexels.com

Menanggapai hal tersebut, Microsoft akhirnya mulai buka suara. Seperti dilansir dari PC Mag, Phil Spencer, bos divisi game Microsoft langsung mengirimkan sebuah memo internal kepada para karyawan divisi Xbox.

Ia menanggapi pengumuman Google itu dengan menjanjikan bahwa Microsfot akan tampil habis-habisan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2019 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Spencer juga menyebutkan kalau Microsoft telah siap menghadapi serangan Google dalam layanan cloud gaming.

Sebagai informasi, Microsoft sendiri sudah lebih dulu mengembangkan layanan cloud gaming sejak dua tahun lalu. Layanan tersebut diberi nama xCloud, yang digadang-gadang akan menjadi penantang bagi Stadia dan layanan cloud gaming milik perusahaan lain.

Sebelumnya, Microsoft hanya mengenalkan layanan xCloud ke publik secara sekilas. Namun mereka menjanjikan akan segera mendemonstrasikan detail layanan itu pada masa uji coba untuk publik.

“Tidak ada kejutan besar lewat pengumuman mereka, meskipun saya terkesan karena mereka memanfaatkan Youtube, Google Assistant, dan controller WiFi yang baru,” tulis Spencer dalam memonya, seperti dilansir dari The Verge.

Memang benar, Google memanfaatkan platform Youtube sebagai sarana untuk memamerkan Stadia. Yaitu dengan menunjukkan kalau pengguna bisa menonton video mengenai game dan secara langsung memainkan game tersebut. Bahkan, pengguna dapat merekam gameplay dan membagikannya ke Youtube secara instan.

Langkah yang dilakukan oleh Google dengan peluncuran Stadia telah berhasil membuat beberapa perusahaan seperti Sony dan Microsoft kalang kabut. Tapi sepertinya baru Microsoft yang menanggapi kemunculan layanan cloud gaming milik Google.

Sedangkan pihak Sony dan Nintendo sampai sejauh ini tampaknya belum berencana untuk menuju ke layanan tersebut. Keduanya masih fokus pada penjualan konsol dan game eksklusif miliknya.

Di sisi lain, memo Spencer secara tidak langsung memproyeksikan tren gaming di masa depan. Guna mengikis beban biaya kepada konsumen, cloud menjadi solusi paling efektif bagi penyedia platform gaming demi merebut hati para pelanggannya. [GP]

SHARE