Akibat Fatal Jika Konsumsi Telur Berlebihan - Male Indonesia
Akibat Fatal Jika Konsumsi Telur Berlebihan
Sopan Sopian | Sex & Health

Semua orang tentu memiliki pandangan baik terhadap telur. Maka tak sedikit banyak orang menikmati telur, baik itu di rebus, di dadar, atau juga digoreng. Namun, tahukah Anda, jika makan telur bisa berakibat fatal?

Pixabay.com

Serangkaian penelitian yang dirilis Northwestern University menemukan bahwa kandungan kolesterol tinggi dalam telur dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dilansir Times of India, peneliti mulai meneliti hubungan antara kolesterol dan kejadian kardiovaskular, yaitu penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan kematian.

Untuk sampai pada temuan dan dipublikasikan dalam jurnal JAMA berjudul Associations of Dietary Cholesterol or Egg Consumption With Incident Cardiovascular Disease and Mortality', para peneliti melakukan survei terhadap 29.615 orang dewasa dan mempelajarinya selama 17,5 tahun. 

Penelitian ini menemukan bahwa 300 mg kolesterol per hari secara moderat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke seseorang. Sesuai statistik, satu telur memiliki sekitar 186 mg kolesterol. Jadi, jika Anda makan dua atau lebih telur setiap hari, hal ini membuat jantung Anda rentan.

Menurut pedoman diet Amerika, satu telur per hari adalah jumlah ideal untuk orang dewasa yang sehat. Menariknya, laporan itu tidak mencegah Anda makan kuning telur lagi. Selain protein, telur juga kaya akan omega 3, vitamin A, D, dan kolesterol. 

Ahli gizi Mansi Chatrath mengklarifikasi, ketika mengkonsumsi telur utuh, Anda harus mempertimbangkan sumber kolesterol lain yang masuk dalam diet, termasuk daging dan ikan. 

“Selain itu, bagaimana Anda mempersiapkan telur juga harus dipertimbangkan. Rebus jelas akan memiliki lebih sedikit lemak dibandingkan dengan telur goreng,” bebernya. 

Jadi sambil memutuskan untuk terus makan telur atau menghindari makanan ini, Anda perlu menimbang, berapa banyak kolesterol dan lemak jenuh yang Anda makan dalam sehari, terlepas dari mengkonsumsi telur.

Menurut Dr Santosh Kumar Dora, Senior Cardiologist, Asian Heart Institute, Mumbai, bukan hanya telur yang dapat menyebabkan masalah jantung. Ada banyak makanan lain yang dikonsumsi yang memiliki risiko yang sama atau bahkan lebih. 

“Kita perlu untuk berhati-hati tentang jumlah kalori dan karbohidrat, lemak dan protein yang kita konsumsi setiap hari. Sementara mempertimbangkan asupan lemak, kita juga melihat lemak jenuh dan tak jenuh. Kelebihan karbohidrat dan lemak jenuh dianggap tidak sehat,” paparnya. 

Jika Anda khawatir menghilangkan telur dari diet Anda, disarankan Anda berkonsultasi dengan dokter Anda dan menyusun rencana diet terbaik untuk Anda sendiri. Tetapi kata terakhir tetap ada, sebutir telur sehari tidak akan membahayakan, asalkan dokter Anda menyarankan sebaliknya. *** (SS)

SHARE