Lama Vakum, Dimas Aditya Siap Kembali Berakting - Male Indonesia
Lama Vakum, Dimas Aditya Siap Kembali Berakting
MALE ID | News

Aktor Dimas Aditya kembali bermain layar lebar setelah sekian lama vakum dari dunia seni peran. Kini dia bermain untuk film berjudul "Kuambil Lagi Hatiku". Proyek dari Produksi Film Negara (PFN), yang juga untuk pertama kalinya kembali memproduksi film.

Foto: Sopian/Male Indonesia

Dalam film "Kuambil Lagi Hatiku", Dimas melampiaskan kerinduannya dengan sibuk di lokasi syuting. "Kangen aja gitu syuting dengan tim yang sama, dengan formasi yang sama," ucap Dimas. 

Diketahui, Dimas terakhir beramin film pada tahun 2017 lalu. Kendati satu tahun tak bersentuhan dengan naskah film, Dimas mengaku tak memiliki tekanan apapun. Ia merasa semua menyenangkan. 

"Selama syuting itu menyenangkan jadi pressure yang saya dapatkan sebagai karakter yang sama perankan enggak terlalu besar. Karena memang pemain-pemainnya seru semua, sutradaranya jelas ngasih direction, jadi enggak ada pressure sama sekali," tutur Dimas.

Dalam film "Kuambil Lagi Hatiku" tersebut, Dimas berperan sebagai seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Borobudur Yogyakarta. Dimas mempelajari mengenai sejarah dan prasasti yang ada di daerah tersebut demi memperdalam perannya. 

"Sempat bertanya-tanya (mendalami itu) tapi kami jadi mahasiswa yang sedang ngerjain tugas akhir. Dia memang kebetulan nyambi sebagai tour guide yang paham Borobudur jadi lebih banyaknya baca tentang prasasti-prasasti Borobudur dan sejarahnya," terang Dimas.

Di sisi lain, Dimas juga mengaku karena film yang ia perankan kali ini mengangkat budaya Jawa, ia tak menolak untuk bisa ikut terlibat dalam penggarapan film yang disutradari oleh Azhar Kinoi Lubis itu.

"Saya selalu senang kebudayaan Indonesia. khususnya di Jawa. ketika ditawarin syuting di Jogja, Magelang, Borobudur, saya langsung mengiyakan," kata Dimas.

Bahkan, kata dia saat proses syuting, baginya tidak seperti mengerjakan proyek film. Tapi seperti pergi berwisata. Apalagi latar tempatnya ialah Borobudur yang terkenal sebagai objek wisata. "Menyenangkan, ibaratnya kaya project jalan jalan dan pariwisata," kata Dimas.

Selain itu, menurut Dimas, sebuah film tidak sekadar menghhibur penonton. Tapi harus memiliki nilai yang tertanam di dalamnya. Sehingga dapat menjadi wadah pembelajaran bagi penontonnya.

"Film itu bukan cuma sekadar bagaimana film itu ditontom masyarakat. Ada film-film yang sekadar hiburan. Namun, ada baiknya disisipi nilai-nilai lain," tukasnya. *** (SS)

SHARE