Ajakan Pendiri Whats App Untuk Tinggalkan Facebook - Male Indonesia
Ajakan Pendiri Whats App Untuk Tinggalkan Facebook
MALE ID | Digital Life

Salah satu pendiri Whatsapp, Brian Acton, beberapa waktu lalu kembali mengajak masyarakat untuk bergabung dengannya dan segera meninggalkan Facebook dengan menghapus aplikasi tersebut dari ponsel mereka.

Photo by Thought Catalog on Unsplash

Sebelumnya, Acton telah membuat pernyataan berupa ajakan kepada masyarakat untuk meninggalkan Facebook itu pada awal 2018, seperti dilansir dari laman Fortune.

Dalam penampilannya sebagai pembicara tamu untuk kelas sarjana di almamaternya, Stanford University, San Francisco, Amerika, Acton mengkritik Facebook secara tajam karena menghasilkan uang dengan memperdagangkan privasi penggunanya.

Sebagaimana dilansir dari Buzz Feed News, Acton juga menjelaskan bahwa Fecebook mengambil keuntungan dari itu.

Acton yang sekarang memimpin Signal, saingan nirlaba untuk Whatsapp, pernah ditolak oleh Facebook ketika dirinya melamar pekerjaan di sana pada 2009. Pada tahun 2014, layanan pengiriman pesan Whatsapp dijual ke Facebook dengan nilai akuisisi seharga 19 miliar USD, yang membuat Acton menjadi kaya.

Kemudian, Acton menentang Facebook pada tahun 2017 karena rencana mereka untuk memonetisasi Whatsapp.

“Saya memiliki 50 karyawan, dan harus memikirkan mereka serta uang yang akan mereka hasilkan dari penjualan ini,” kata Acton, mengutip Buzz Feed News.

“Saya harus memikirkan investor kami dan saham minoritas saya. Saya tidak punya kekuatan penuh untuk mengatakan tidak jika saya mau,” katanya lagi.

Acton benar-benar keluar dari Facebook sebelum dia menerima dana bantuan akhir sebesar 850 juta USD yang dia kumpulkan. Ia bersama salah satu pendiri Whatsapp lainnya, Jan Koum, berharap mereka dapat menciptakan cara lain untuk memonetisasi aplikasi mereka.

Sebagai catatan, Koum meninggalkan Facebook pada 2018, diduga karena rencana Facebook untuk menggunakan data pribadi anggota Whatsapp.

Awalnya, Whatsapp berencana membebani pengguna 1 USD per tahun yang akan mendukung model privasi dan keamanan. Mereka berpikir, dengan pengguna yang cukup, itu akan menguntungkan.

“Itu bukan menghasilkan uang luar biasa, dan jika Anda memiliki satu miliar pengguna. Anda akan memiliki 1 USD miliar pendapatan per tahun,” ujar Acton.

“Bukan itu yang diinginkan oleh Google dan Facebook. Mereka menginginkan jutaan dolar,” ujarnya lagi. [GP]

SHARE