Ada Apa Di Balik Google Allo yang Harus Dimatikan? - Male Indonesia
Ada Apa Di Balik Google Allo yang Harus Dimatikan?
MALE ID | Digital Life

Upaya Google menyaingi Whatsapp dan Facebook Messenger harus berakhir dengan kegagalan. Seperti dilansir The Verge, aplikasi perpesanan singkat Google Allo resmi ditutup 12 Maret 2019 lalu.

iphonedigital/flickr

Keputusan raksasa teknologi tersebut menghentikan Google Allo sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Pada Desember 2018, Google menjelaskan dalam blog resminya bahwa layanan Allo dihentikan di tahun 2019.

Anil Sabharwal, Head of the Communications Group Google sempat mengatakan kepada Livemint bahwa Allo sebagai produk andalannya tidak mencapai tingkat daya tarik yang diharapkan perusahaan.

Meski dimatikan, Google masih memberi tenggang waktu bagi pengguna aktif Allo untuk menyelamatkan pesan, foto, dan video yang tersimpan.

Dalam halaman bantuan Allo ditunjukkan bagaimana pengguna dapat mengunduh riwayat obrolan serta semua file di dalamnya dengan masuk ke menu pengaturan chat. Semua pesan disimpan sebagai file CSV, sementara media akan diunduh ke paket zip.

Sedangkan untuk pengguna iOS, Google belum menawarkan instruksi khusus. Menurut Phone Arena, aplikasi ini hanya diunduh ribuan orang dari App Store sehingga diduga tidak banyak pengguna yang perlu mencadangkan datanya.

Penutupan Allo bukan berarti selesai segalanya. Google akan memindahkan sejumlah fitur andalan Allo, seperti dukungan GIF dan fitur Smart Reply ke layanan Messages, aplikasi pengiriman pesan bawaan Android.

Sebagai catatan, Google Allo pertama kali diluncurkan pada acara Google I/O 2016. Aplikasi ini muncul bersamaan dengan aplikasi video call Google Duo. Aplikasi yang disebut terakhir telah meluncurkan fitur panggilan audio dan video di web pada Februari 2019.

Google Allo adalah cara Google memberi platform baru kepada pengguna untuk mengobrol. Kala itu, Google berniat menguasai dominasi aplikasi sejenis yang ramai di pasaran.

Keunggulan Google Allo adalah kemampuan aplikasi pesan yang terintegrasi dengan Google Assistant. Misalnya jika pengguna membahas makan malam, Allo akan memberi saran dan dapat segera memesan tempat tanpa harus keluar dari aplikasi.

Sayangnya, sesaat setelah dirilis, Allo mendapat kritikan pedas dari mantan pegawai agen rahasia Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden. Ia bahkan menganjurkan orang agar tidak menggunakan Allo.

Menurut dia, Allo merekam semua pesan dan riwayat percakapan yang dibuat pengguna dan memakai data tersebut untuk pengembangan Google.

Memang salah satu fitur Allo adalah memungkinkan pengguna bercakap-cakap dengan Google Assistant. Pesan pengguna akan disimpan dan digunakan untuk mengembangkan Google Assistant agar bisa menjawab lebih baik.

Namun akhirnya waktu telah membuktikan. Aplikasi ini tak disambut hangat oleh para pengguna ponsel di seluruh dunia. Sayonara Google Allo. [GP]

SHARE