Jangan Tidak Makan Sebelum Menjalani Hobi Lari - Male Indonesia
Jangan Tidak Makan Sebelum Menjalani Hobi Lari
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Orang yang hobi lari pasti pernah mengalami ini. Tiba-tiba ingin buang air besar saat lari. Rekor lari saat lomba yang diincar pun lepas dari genggaman karena harus pergi ke toilet.

doc. Male Indonesia

"Dalam beberapa studi, sampai 80 persen pelari mengalami gangguan perut, mulai dari nyeri perut hingga disfungsi usus," kata ahli gastroenterologi dari St Joseph's Hospital di Orange, California, James Lee, MD dalam laman Shape.

Semua faktor itu berkumpul jadi satu menjadi penyebab ingin buang air besar saat lari. Lee mencatat bahwa lari (dan juga olahraga lain yang membuat perut bergerak) dapat pula mengubah sesuatu yang disebut permeabilitas mukosal yang mengontrol keluarnya zat dari dalam saluran pencernaan ke seluruh tubuh. 

Untuk menghindari hal tersebut, berikut sejumlah tips yang akan membantu Anda terhindar dari keinginan buang air besar saat mengikuti lomba lari.

Memilih Makanan Secara Cerdas
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap makanan-makanan terstentu. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mempelajari makanan yang Anda konsumsi dan bagaimana hubungannya dengan kebiasaan buang air besar di minggu-minggu menjelang lomba lari.

Ini bisa membantu Anda mengidentifikasi makanan yang merangsang Anda buang air besar ketika berlari. Pemicu buang air besar di antaranya adalah laktosa, gula pengganti, gandum, gluten, kedelai, kafein, dan telur, ujar Singh.

Sempurnakan Postur Lari
American College of Sports Medicine melaporkan, rata-rata seorang pelari mengayunkan kaki lebih dari 1.000 kali untuk menempuh jarak 1.600 meter. Jumlah itu setara dengan guncangan yang terjadi pada sistem pencernaan Anda, yang memicu tubuh Anda untuk mengeluarkan isi sistem pencernaan. 

Cara mudah untuk mengurangi guncangan yang terjadi serta meningkatkan keekonomisan berlari adalah dengan meminimalisasi guncangan vertikal pada tubuh Anda saat mengayunkan kaki.

Di sesi lari selanjutnya, bayangkan posisi langit-langit hanya tiga sentimeter di atas kepala Anda. Sepanjang berlari, bayangkan untuk tidak menyundulnya. Selain itu, melibatkan latihan eksentrik memperlambat porsi gerakan di bawah ketika Anda melakukan squat atau lunge pada otot-otot kaki dalam rutinitas latihan kekuatan Anda akan membantu meminimalisasi guncangan secara alami.

Kurangi Konsumsi Lemak dan Serat
Satu atau dua hari sebelum lomba, kurangi konsumsi lemak dan serat untuk membantu memastikan Anda tidak menyimpan lebih banyak makanan di saluran pencernaan ketimbang yang diperlukan ketika Anda melintas garis start sehingga Anda tidak merasakan rasa ingin buang air besar ketika berada di tengah-tengah lomba lari yang Anda ikuti.

Penjelasannya, karena serat lambat dicerna dan susah dipecah di lambung. Dan karena aliran darah dialihkan dari lambung menuju otot saat Anda melakukan aktivitas fisik seperti lari, Anda pasti tak ingin proses pencernaan berjalan lebih berat saat sedang berlari di sebuah lomba.

Meski serat bagus Anda konsumsi di masa latihan untuk menjaga rutinitas buang air besar, ketika dikombinasikan dengan kegelisahan dan aktivitas fisik berat di lomba lari, bisa menyebabkan diare.

Kondisikan Pikiran dan Relaks
Bunyi menggerutu di perut tidak seindah suaranya. Otak dan lambung berhubungan langsung satu dengan lainnya. Dan tiap pemicu stres bisa memberikan kontribusi terhadap kebiasaan buang air besar Anda. 

Cara terbaik untuk kegelisahan yang Anda alami sebelum lomba berpengaruh ke lambung adalah dengan cara mengurangi kegugupan yang tidak memberikan motivasi tambahan atau mendongkrak energi Anda. Apapun yang Anda lakukan mulai napas secara perlahan dan dalam hingga menyiapkan segala perlengkapan yang Anda butuhkan untuk mengikuti lomba bisa membantu mengurangi tingkat stres. *** (SS)

SHARE