Siapkan Diri! Tenaga Kerja Hybrid Sangat Dicari - Male Indonesia
Siapkan Diri! Tenaga Kerja Hybrid Sangat Dicari
MALE ID | Works

Munculnya Unicorn mendorong peningkatan kebutuhan terhadap keahlian digital dengan kemampuan hybrid. Berdasarkan Laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia oleh LinkedIn, jejaring profesional terbesar di dunia, saat ini kebutuhan akan kompetensi digital sangat tinggi.

Pixabay.com

Laporan Emerging Jobs 2019 tersebut menggarisbawahi permintaan akan pekerjaan yang membutuhkan keahlian hybrid, terutama untuk bisa membantu mengarahkan perjalanan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bertransformasi ke era digital. 

LinkedIn menganalisa jutaan input pekerjaan yang unik dalam lima tahun terakhir, dan menemukan bahwa lima pekerjaan yang paling diminati, semuanya adalah yang berhubungan dengan teknologi, seperti Back End Developer, Data Scientist, Android  Developer, Full Stack Engineer, dan Front End Developer. 

Peran pekerjaan tersebut sebenarnya bervariasi dan beragam, menggambarkan pasar tenaga kerja yang menilai keahlian dengan serangkaian keterampilan hybrid yang saling melengkapi.

FeonAng, Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn, dalama keterangan tertuliskan kepada MALE Indonesia menuturkan, laporan Emerging Jobs LinkedIn menyoroti kenyataan bahwa jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. 

Di mana, kata dia, peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada. Sementara lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia semuanya berhubungan dengan teknologi, banyak diantaranya membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi. Serta menciptakan keahlian hybrid merupakan campuran antara peran baru dan tradisional,” ucap FeonAng.

Lebih lanjut, Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak di wilayah Asia Pasifik, dengan satu dari lima orang Indonesia berasal dari kelas menegah, membuat Indonesia menjadi kekuatan konsumen yang besar. Kelas menegah membuat perubahan besar dalam hal pola konsumsi melalui kanal digital untuk mendorong ekonomi digital.

Indonesia juga mempunyai keuntungan dengan bonus demografis, dimana populasi penduduk berusia produktif lebih besar dari populasi usia non-produktif dengan rata-rata berusia 28 tahun dan lebih dari setengah populasi berusia dibawah 30. 

"Ini berarti mereka adalah digital native yang mengerti pentingnya untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam keahlian hybrid," ungkap FeonAng.

Keberadaan Unicorn
Di samping itu, FeonAng juga menjelaskan bahwa, dari 10 Unicorn yang ada di Asia Tenggara, 4 diantaranya berasal dari Indonesia. Pertumbuhan Unicorn mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi. 

Evolusi dari Industri 4.0 membuat teknologi digital bertumbuh pesat dan menciptakan kebutuhan untuk pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian hybrid. Hal tersebut mengakibatkan tantangan yang dihadapi bukan hanya tentang mendapatkan pijakan di pasar yang menggiurkan ini, tapi juga bagaimana mencari tenaga kerja digital lokal yang dapat menyokong pertumbuhan ini.

Kemudian, kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi meningkat bukan hanya di industri start-up, tetapi juga di industri tradisional. Hal ini membuat kebutuhan akan tenaga kerja digital tumbuh pesat, tetapi belum diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia. 

"Data LinkedIn menunjukan bagaimana Indonesia, seperti halnya di negara lain, menghadapi tantangan dalam melahirkan tenaga kerja digital," ucap FeonAng.

Di dalam lapangan pekerjaan yang rumit dan tumbuh cepat, tambah dia, sangat penting bagi tim SDM dan perekrutan pegawai untuk terus mengikuti perkembangan data terbaru agar bisa mengidentifikasi kemampuan yang tepat dan dibutuhkan untuk pekerjaan yang muncul di dunia lapangan kerja.

“Kompetensi digital, seperti yang kita ketahui saat ini, tersusun oleh gabungan hard skill dan soft skill. Persaingan untuk mendapatkan talenta ini akan menjadi semakin sengit, jadi perusahaan perlu melahirkan tenaga kerja yang mudah beradaptasi. Pemahaman yang terkini terhadap kebutuhan dan pasokan keahlian, ketersediaan tenaga kerja, dan perubahan tenaga kerja adalah tahapan awal untuk melahirkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan,” tandas Ang. *** (SS)
 

SHARE