Sering Naik Pesawat, Tahu Istilah Penumpang Ini? - Male Indonesia
Sering Naik Pesawat, Tahu Istilah Penumpang Ini?
MALE ID | Relax

Melakukan perjalanan dengan pesawat terbang kini bukan lagi monopoli para kalangan menengah ke atas. Kini semua orang bisa dengan meudah mengakses layanan transportasi pesawat terbang.

Pixabay.com

Bagi mereka yang terbiasa menggunakan pesawat terbang, mungkin tidak ada persoalan berarti saat berpergian dengan pesawat terbang. Namun, bagi penumpang yang baru pertama kali naik pesawat terbang, hal ini akan menjadi sebuah pengalaman baru dan masih banyak yang perlu diketahui, salahs atunya istilah nama-nama penumpang pesawat.

VIP: Very Important Persons
Penumpang VIP adalah penumpang yang kedudukannya atau jabatannya dalam suatu pemerintahan menyebabkan penumpang tersebut harus mendapat penanganan secara khusus (dalam hal ini prioritas/ istimewa). 

Contohnya adalah kepala pemerintahan, kepala negara, raja, ratu, presiden, perdana menteri, kanselir, menteri, gubernur, duta besar, panglima angkatan bersenjata, kepala kepolisian, ketua MPR/DPR dalam perjalanan tugas/ dinas, dan sejenisnya. 

Penumpang VIP beserta rombongan harus mendapat tempat duduk dibarisan terdepan. Mereka boarding belakangan (setelah penumpang yang lain sudah naik), dan di tempat tujuan turun lebih dahulu. Biasanya penanganan penumpang VIP dilakukan dengan kerjasama yang baik antara pihak protokoler dengan pihak ground staff.

CIP: Commercial Important Persons
CIP adalah pejabat penting dalam suatu perusahaan besar dan terkenal seperti direktur utama atau para direksi lainnya. Contoh Presiden Abjad Internasional, ia perlu pelayanan khusus karena ia selalu naik kelas utama, diharapkan ia akan menyuruh anak buahnya untuk berpergian naik pesawat dan perusahaan penerbangan tersebut.

Diharapkan pula ia akan selalu mengirimkan barang/ produknya dengan pesawat dan perusahaan tersebut. Penanganan CIP pada dasarnya mengikuti pola penanganan VIP.

Dalam perkembangannya, beberapa penumpang berikut dapat dikelompokkan ke dalam VIP/CIP, yaitu artis terkenal, atlet terkenal, ilmuwan ternama (misalnya pemenang hadiah nobel), rohaniawan terkenal, aktivis ternama, dan lain-lain.

Whell Chair Paxl: Penumpang yang Memerlukan Kursi Roda
Penumpang wheel chair pax adalah penumpang yang karena kondisi kesehatan/keadaan fisiknya memerlukan kursi roda untuk menuju ke pesawat atau sebaliknya. Permintaan kursi roda ini dapat dibagi dalam tiga kategori.

Pertama, penumpang dapat naik dan turun sendiri serta bergerak ke/dari tempat duduk. Dalam hal ini dari gedung terminal ke pesawat dan sebaliknya penumpang akan memakai kursi roda. Penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHC (penumpang memerlukan kursi roda sewaktu di dalam cabin).

Kedua, penumpang tidak dapat naik dan turun dari pesawat sendiri, tetapi dapat berjalan kaki dari tempat duduk sendiri, dengan sangat sulit dan pelan-pelan. Penumpang seperti ini dikenal dengan isitlah WCHS (penumpang tidak bisa naik-turun pesawat menggunakan tangga atau step).

Ketiga, penumpang tidak dapat naik dan uturn pesawat sendiri ke/ dari tempat duduknya, dan tidak bisa berjalan agak jauh, misalnya di ramp. Penumpang seperti ini dikenal dengan sebutan WCHR.

Obesitas Passenger: Penumpang Gemuk
Penumpang dengan ukuran badan atau fisiknya sangat gemuk/ besar, seperti atlet gulat tradisional jepang, Sumo dan lain-lain, harus mendapatkan penanganan khusus. Untuk penumpang dengan ukuran fisik seperti itu perlu disediakan kursi yang lebih dari penumpang biasa atau normal, yaitu dua kursi sekaligus dan ditempatkan dibarisan depan atau belakang serta dengan gang/row. 

Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan penumpang tersebut masuk dan keluar dari kursi/barisannya sehingga tidak menggangu penumpang lainnya. Penumpang semacam ini tetap membayar 100%, meskipun ada beberapa airline yang mempunyai aturan lain, yaitu membayar dua kursi (2X lipat) atau kena biaya tambahan 50%.

Inadmissible Passenger (INAD): Penumpang yang Ditolak Masuk ke Suatu Negara
Inadmissible passenger adalah seorang penumpang yang ditolak masuk suatu negara karena tidak memenuhi persyaratan negara tersebut (kena “cekal” atau cegah dan tangkal, misalnya). 

Beberapa sebab mengapa ia ditolak masuk ke suatu negara, karena dokumen perjalanan tidak lengkap (paspor habis masa berlakunya, tidak ada visa, paspor palsu, dan lain-lain). Kemudian terkena daftar hitam/ black list seperti teroris, kriminal, pembawa penyakit berbahaya dan menular. Dan juga ada karena alasan politik.

Penumpang seperti ini akan ditolak ketika mendarat berada di airport dan harus meninggalkan negara tersebut menuju ke stasiun/negara tujuan selanjutnya atau kembali ke negara dari mana ia berangkat terakhir.

Deportee Passenger: Penumpang yang Diusir dari Suatu Negara
Deportee passenger adalah penumpang yang telah diizinkan masuk suatu negara, tetapi karena perbuatannya dan tingkah lakunya, oleh negara tersebut di-persona non grata-kan dan harus meninggalkan negara tersebut secepat mungkin. 

Contoh kasus ini antara lain staf kedutaan, konsulat atau atase negara yang bermasalah (urusan politik: membuat onar, melakukan tindakan kriminal, menjelekkan negara tersebut, dan lain-lain yang melawan hukum) atau menyalahgunakan visa untuk tujuan wisata dipergunakan untuk bekerja. 

Deportee passenger bisa berangkat sendiri atau dikawal oleh petugas negara. Bila deportee pax check in sendiri, ia dilayani seperti biasa. Bila deportee pax check in dengan pengawalan dan dokumen yang bersangkutan dipegang oleh pengawal, dokumen ini selanjutnya diserahkan kepada purser dengan disaksikan oleh pengawal dan penguasa setempat.

Adanya deportee pax ini harus diberitahukan kepada PIC atau purser secara lisan dan tertulis, juga diteruskan kepada stasiun transit dan tujuan. *** (SS)

SHARE