Lika Liku Pemilik Barbershop Termahal di Indonesia - Male Indonesia
STARTUP
Lika Liku Pemilik Barbershop Termahal di Indonesia
Sopan Sopian | Works

Profesi menjadi barber (pemangkas rambut khusus pria) di Indonesia mungkin masih dipandang sebelah mata. Padahal profesi barber begitu menjanjikan. Sekali memangkas rambut bisa diganjar seharga Rp 1,5 juta. Hal itu dibuktikan oleh Master Barber Indonesia Andreas Henoch Jehaziel Sitompul atau biasa disapa Henoch. 


Foto by Sopian/Male Indonesia

Henoch sendiri memiliki bisnis supreme barbershop bernama Pancos Barbershop yang beralamat di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, dan berdiri sejak Januari 2018. Akan tetapi, Henoch telah menggeluti barber sejak 2013 lalu. Perjalanannya yang ia lalui pun begitu panjang. Bahkan demi menjadi barber profesional ia harus belajar ke Amerika Serikat.

Awal Karier
Kecintaannya terhadap tatanan rambut yang rapi, membuat Henoch berkeinginan untuk sekolah rambut selepas lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta. Sayangnya, hal tersebut dilarang orang tuanya. Karena pada saat itu, konotasi sekolah rambut di Indonesia cenderung pada Salon yang notabene lebih banyak dikhususkan untuk wanita. 

Akhirnya ia kubur dalam-dalam keinginannya tersebut. "Ibu saya tidak mau kehilangan anaknya secara fisik. Karena pada waktu itu cuma salon. Barber tidak ada sekolahnya," cerita Hecnoch.

Kemudian layaknya anak muda, Henoch disibukan dengan bermain musik dengan genre rap/hiphop. Ia terus disibukan menulis lagu tanpa berpikir masa depan. Hingga akhirnya ia berada pada titik yang membuatnya berpikir bahwa, jika terus 'bermain-main' demi kesenangan sendiri, kapan bisa bertanggungjawab atas hidupnya. 

Foto by Sopian/Male Indonesia

Setelah itu, pada 2004 ia memutuskan untuk meninggalkan dunianya di bidang musik dan menerima tawaran seorang temannya untuk pergi bekerja di Papua sebagai penambang Freeport. Karena pekerjaannya begitu berisiko, setelah menjalin hubungan komitmen dengan seorang wanita pada 2007, satu tahun kemudian Henoch memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

Bingung tak ada ijazah sarjana sepulang dari Papua, Henoch kemudian memutuskan bekerja sebagai sales asuransi. Dua tahun bekerja, barulah di tahun kedua ia berhasil menjual asuransi senilai 1,5 miliar. Dari sana ia mendapatkan bonus yang cukup tinggi. 

Kendati memiliki bonus yang luar biasa, sayangnya tak bisa memuaskan hasrat Henoch. Karena menurutnya pekerjaannya tersebut tak sesuai passion. Ia pun kemudian memutuskan kembali untuk keluar dari pekerjaan keduanya ini. Dari tabungan bonus yang ia dapat, kemudian ia bekerja paruh waktu di sekolah taman kanak-kanak. Di sinilah, hasrat untuk belajar rambut mulai kembali muncul.

Belajar Memotong Rambut ke Amerika Serikat
Munculnya kembali hasrat pada potongan rambut, ketika Henoch merasa tidak puas dengan hasil yang diberikan oleh para pemangkas rambut yang ia datangi. "Akhirnya, saat itu tahun 2013, saya memutuskan untuk usaha sendiri, saya beli tools dan saya mulai memotong rambut saya sendiri, tapi hasilnya gagal," ceritanya.

Foto: doc. pribadi/@henochsitompul

Setelah sekian lama belajar memotong rambut sendiri, dan mendapatkan hasil yang keren. Akhirnya seorang teman meminta untuk dirinya memotongkan rambut. "Saat tu saya tidak ada pemikiran sama sekali bahwa saya akan menjadi barber. Tapi saya merasa senang melakukannya," tutur Henoch.

"Mulai saat itu dari mulut ke mulut nama saya mulai dikenal. Dan teman saya menyarankan untuk serius sebagai barber. Dan saya mengeluarkan modal membeli alat Rp 400 ribu dengan mematok harga umum setiap kali memotong rambut waktu itu, sekitar harga Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu," tambahnya.

Masuk tahun 2014, ia mulai mencari tempat di mana bisa mengasah kemampuannya lebih profesional lagi. Tepatnya pada bulan Juni, ia terbang ke Los Angeles, Amerika Serikat. Ia menemui Vince Garcia, seorang Celebrity Barber yang menjadi langganan para artis Hollywood.

Foto: doc. pribadi/@henochsitompul

Di sana, ia baru mengetahui bahwa barber adalah profesi yang menjanjikan yang tidak bisa dihargai sebatas Rp 40 ribu. Tetapi bisa mendapatkan jutaan rupiah dalam satu kali potong rambut. Bahkan, seorang barber profesional memiliki surat izin atau lisensi, layaknya seorang mengendari kendaraan (SIM).

"Dari sanakan hasil potongannya punya nilai, punya value, dari situlah tercipta sebuah harga, yang di mana, saya sekarang bilang, hasil potongan saya itu, berdasarkan bakat. Bukan berdasarkan kemampuan si customer membayar saya. Jadi saya bisa menawarkan harga berapa saja. Karena berdasarkan saya punya bakat," jelas Henoch. 

Melalui media sosial, dengan mimpi menjadi seorang Celebrity Barber seperti Vince, ia pun kemudian menggaungkannya lewat status-status media sosial. Bahwa dirinya adalah Celebrity Barber. "Walau waktu itu belum ada artis yang memotong rambut pada saya. Tapi itu kan mimpi. Ejekan sih ada. Tapi itu goal saya, biarkan orang lain bicara," kata Henoch.

Foto: doc. pribadi/@henochsitompul

Sayangnya, pada 2015, ia harus mendapati kejadian naas. Semua alat cukur baru yang ia miliki dicuri. Tapi justru dari sana, perlahan ia menapaki impiannya sebagai Celebrity Barber. Henoch kerap mendapat undangan wawancara media, mulai dari radio hingga majalah, hingga akhirnya dikenal Celebrity Barber.

Akhirnya pelan-pelan visi dan misinya tercapai. Di mana ia pun pernah menjadi juri salah satu kompetisi pencarian barber di telvisi nasional. Berbarengan dengan acara televisi tersebut, Henoch pun membuka workshop terkait edukasi barber

Membuka Pancos Barbershop
Henoch menuturkan, mengapa tidak membuka barbershop sejak lama atau dari tahun 2013 itu? Kata dia, pada dasarnya ia ingin menguji dirinya lebih dahulu, sejauh mana ia bisa berjalan sebagai barber. Mimpi mana yang belum didapatkan. Setelah sekian lama berkecimpung, semua mimpi sudah dicapai.

Foto: doc. pribadi/@henochsitompul

"Dalam karier saya sebagai individu barber, ternyata sudah goal semua. Nama sudah didapatkan, orang sudah kenal saya, harga sudah jauh, tidak ada yang seharga saya ketika potong rambut, saya juga sudah rutin mengadakan edukasi. Jadi secara sudah mentok," paparnya.

Akhirnya ia buka Pancos Barbershop pada Januari 2018. Hal tersebut untuk teman-teman seprofesionya agar bisa mendapatkan pengalaman seperti dirinya. Di Pancos Barbershop ini, setiap barber mematok harga Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta. "Jadi kalau ditanya, berber yang paling mahal di Indonesia cuma di Pancos Berbershop," ucapnya.

Celotehan itu ia simpan, dan ia perkenalkan saat pergi ke Amerika Serikat hingga ia daftarkan sebagai brand bisnisnya sekarang. Kalangan artis yang masih menjadi langgananya sebutnya saja Zack Lee, Derby Romero, Imam Darto, dan lain sebagainya. Bahkan, para pejabat di Jakarta pun kerap memintanya untuk datang dan memotong rambutnya. *** (SS)

SHARE