Penting! Simpan Data Offline di era Cloud Storage - Male Indonesia
Penting! Simpan Data Offline di era Cloud Storage
Gading Perkasa | Digital Life

Sejak beberapa tahun belakangan, layanan penyimpanan data berbasis internet atau akrab disebut cloud menjadi tren teknologi global. Jumlah pengguna cloud di Indonesia sendiri terus bertambah.

PxHere

Sebagian besar pengguna layanan penyimpanan data cloud adalah perusahaan dari berbagai lini. Peluang industri layanan cloud pun meningkat.

Popularitas cloud sebagai sarana penyimpanan data bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, saat ini pemanfaatan internet dan ragam teknologi digital lain di seluruh dunia semakin masif.

Berdasarkan survei yang dipublikasikan oleh Statista, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2018 sudah lebih dari 100 juta jiwa. Diprediksi, pada tahun 2021 jumlah pengguna internet akan bertambah sebanyak 40 % dari jumlah tersebut.

Peningkatan pengguna internet di tanah air turut didorong oleh kehadiran smartphone canggih yang membuat akses untuk memanfaatkan beragam teknologi digital lebih mudah. Per Januari 2019, Indonesia telah menempati posisi keempat sebagai negara dengan pengguna smartphone terbanyak.

Semua hal, mulai dari memperoleh informasi, bersosialisasi, mobilitas sehari-hari, belanja, hingga melakukan kegiatan perbankan dan transaksi keuangan kini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ditambah lagi menjamurnya perusahaan-perusahaan e-commerce, teknologi finansial (fintech), serta transportasi berbasis aplikasi mobile. Menyesuaikan perilaku konsumen yang berubah, perusahaan dari berbagai lini berlomba-lomba untuk bertransformasi digital.

Sebagian perusahaan membaca perilaku konsumen lewat big data dan advanced analytics. Tujuannya yaitu membuat keputusan bisnis, hingga menyediakan layanan dan produk yang sesuai kebutuhan serta karakter konsumen.

Pemanfaatan internet of things (IoT), big data dan advanced analytics membuat penggunaan dan kebutuhan penyimpanan data semakin meningkat.

Oleh sebab itu, cloud yang menawarkan kapasitas penyimpanan data dengan skalabilitas tanpa batas, alias bisa diatur sesuai kebutuhan transfer data sewaktu-waktu, dan menawarkan investasi lebih ekonomis menjadi sangat diandalkan.

Namun, penggunaan cloud sebagai sarana penyimpanan data tetap memiliki risiko. Mengingat cloud menyimpan data penting banyak perusahaan, sarana ini juga rentan menjadi sasaran kejahatan siber yang menyebabkan hilangnya data.

Anda tentu masih ingat ketika ransomware bernama WannaCry menyerang hampir 200.000 perangkat di 150 negara. Dua rumah sakit terbesar di Indonesia menjadi korban ‘penyanderaan’ data oleh ransomware ini. Bukan tidak mungkin, di masa depan, ransomware seperti WannaCry menyasar layanan cloud.

Maka, selain memastikan bahwa data-data sensitif tidak disimpan dalam layanan cloud, back up data dengan media penyimpanan yang tidak terkoneksi perangkat komputer juga diperlukan. [GP]

SHARE