Kapsul Waktu Paling Misterius, Apa Isinya? - Male Indonesia
Kapsul Waktu Paling Misterius, Apa Isinya?
Gading Perkasa | Story

Kapsul waktu diyakini sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan orang-orang di masa depan. Sejarah mencatat, time capsule tertua ditemukan pada 30 November 2017 di Burgos, Spanyol dari suatu masa di tahun 1777.

Gary Dunaier/flickr

Di tengah ajang World’s Fair di New York pada 1939 bertema masa depan, perusahaan raksasa energi, Westinghouse membuat kapsul waktu paling ambisius di masanya.

Tabung sepanjang 7,5 kaki atau 228,6 cm yang diisi segala macam benda mewakili era itu dipamerkan. Kapsul kemudian dipendam dan tak boleh dibuka hingga lima ribu tahun setelah pembuatannya. Artinya, isi kapsul baru bisa dilihat di tahun 6939.

Benda-benda di dalamnya dilindungi logam non-korosif dan sangat keras yang disebut cupoloy, dibuat khusus untuk pameran. Cupoloy merupakan senyawa yang terdiri atas 99,5 % tembaga, 0,5 % kromium, dan 0,1 % perak.

Seperti dilansir dari Business Insider, Westinghouse mendapat inspirasi dari Crypt of Civilization atau kapsul waktu berukuran sebesar kolam renang yang dikunci rapat hingga tahun 8113. Lantas, apa kira-kira isi kapsul waktu yang bisa dibuka pada tahun 6939 itu?

Ada banyak benda di dalam kapsul waktu Westinghouse. Di antaranya barang-barang kecil seperti alat perawatan pria dan wanita, mainan anak-anak, tekstil dan bahan yang digunakan dalam manufaktur dan teknologi.

Selain itu terdapat uang pecahan satu dolar, biji-bijian, benih, gulungan mikrofilm, rokok, majalah Life, topi milik Lilly Dache, kalender, dan sebuah newsreel atau rekaman video berita.

Terakhir, ‘Book of Record’, menguraikan isi dan tujuannya dalam Bahasa Inggris, sekaligus permintaan agar generasi mendatang menerjemahkannya ke dalam bahasa apapun yang ada.

Westinghouse memilih mengubur kapsul itu di New York pada 23 September 1939. Bukan karena pameran diselenggarakan di sana, namun the Big Apple yang metropolis dinilai akan menjadi pusat perhatian manusia di masa depan seperti halnya Roma atau Troya saat ini.

Dari sejumlah informasi yang tersimpan di mikrofilm, ada pesan dari fisikawan sekaligus manusia paling jenius di dunia, Albert Einstein. Ini isi pesan yang ditulisnya pada 1938, ditujukan pada generasi mendatang, mengutip Business Insider:

“Masa di mana kami berada kaya akan pemikiran inventif, berbagai penemuan yang memudahkan hidup manusia. Kami mengarungi lautan dengan kemampuan itu dan memanfaatkannya untuk meringankan sesama manusia dari kerja otot yang melelahkan.

Kami telah belajar bagaimana cara terbang dan mengirimkan pesan serta berita tanpa hambatan ke seluruh dunia melalui gelombang listrik.

Namun, produksi dan distribusi komoditas tak sepenuhnya terorganisasi dengan baik, sehingga setiap orang terpaksa hidup dalam ketakutan akan tersingkir dari siklus ekonomi, dan lewat cara yang sama menderita oleh perasaan menginginkan segalanya.

Lebih jauh lagi, orang-orang yang tinggal di berlainan negara saling membunuh pada interval waktu tidak teratur. Sehingga, orang-orang yang berpikir tentang masa depan harus hidup dalam ketakutan dan teror.

Hal itu disebabkan oleh fakta bahwa kecerdasan dan karakter massa kebanyakan lebih rendah daripada kecerdasan dan karakter segelintir orang yang menghasilkan sesuatu cukup berharga bagi masyarakat.

Saya yakin, anak cucu kami akan membaca pernyataan ini dengan perasaan bangga dan unggul.” [GP]

SHARE