Ciri Khas Warna Biru Denim yang Tak Pernah Mati - Male Indonesia
Ciri Khas Warna Biru Denim yang Tak Pernah Mati
MALE ID | Looks

Secara umum, kendati memiliki banyak warna, tetapi denim atau jeans identik dengan warna biru. Warna basic ini membuatnya mudah dipadu padan dan tak lekang oleh zaman. Namun, tahukah Anda bahwa warna biru yang tersemat untuk jeans tidak sekadar ditempelkan begitu saja.

Photo by WillSpirit SBLN on Unsplash

Business Insider memaparkan, warna biru pada jeans awalnya berasal dari warna cat pakaian natural indigo. Warna tersebut dipilih karena sifatnya yang unik. Kebanyakan cat pakaian menyerap di serat katun, tetapi tidak dengan natural indigo. Warna ini hanya menempel di permukaan serat.

Maka setiap dicuci, sebagian molekul warna hilang menjadikan warna jeans unik. Istilah belel mungkin tepat untuk menggambarkan warna signature dari jeans yang sering dicuci. Selain itu, menutur laman Levi Strauss & Co, awalnya warna ini dipilih karena sifat warna biru dirasa paling cocok. 

Pada saat itu zat pewarna biru bisa meresap ke bahan yang suhunya panas dengan sempurna. Ini membuat proses pewarnaan jadi lebih mudah. Selain itu, pewarna kain ini juga cuma bisa nempel di bagian luar benang. Setelah dicuci beberapa kali, warnanya akan luntur. 

Uniknya, semakin sering dicuci maka akan celana justru akan makin lembut dan nyaman dipakai. Berawal dari situlah para pekerja tambang yang jadi penggemar pertama celana jeans mulai menyukai celana ini (bahkan hingga sekarng).

Perlu diketahui juga, setiap satu celana denim atu jeans membutuhkan 3-12 gram pewarna pakaian. Setiap tahun, industri cat memproduksi ratusan ribu ton zat pewarna untuk jeans. Kebanyakan digunakan pada tahun yang sama untuk memproduksi jeans.

Natural indigo merupakan pewarna alami yang diekstrak dari tanaman dalam genus indigofera, yang merupkan tumbuhan asli daerah tropis. Setiap tahunnya sektiar 20 ribu ton tanaman indigo ini diproduksi untuk menghasilkan warna biru dan digunakan dalam proses pembuatan jeans

Namun belakangan, kebanyakan jeans memakai pewarna indigo sintetis yang lebih pintar dari cat natural indigo. Warna ini hanya akan melekat pada satu sisi denim atau jeans saja, sedangkan bagian dalamnya tetap putih. 

Cara ini bisa menghemat zat pewarna yang dibutuhkan untuk memberikan warna pada jeans. Alasan ini juga yang membuat banyak denim atau jeans berwarna biru di bagian luar tapi putih di bagian dalamnya.

Jeans Busana Abadi
Tren denim selalu muncul kembali dari waktu ke waktu. Tak berlebihan rasanya jika menyebut denim sebagai busana abadi dan tak pernah kehilangan pesona. Di tengah arus mode yang terus berganti-ganti, denim tetap saja memiliki tempat sepesial di hati banyak orang.

Bayangkan, berapa banyak jeans diproduksi setiap tahunnya? Ini artinya jeans tetap tidak akan ketinggalan zaman hingga puluhan tahun mendatang. *** (SS)

SHARE