Kemampuan yang Sulit Dipelajari di Dunia Kerja - Male Indonesia
Kemampuan yang Sulit Dipelajari di Dunia Kerja
MALE ID | Works

Dalam menunjang pekerjaan, dalam dunia kerja karyawan harus memiliki beberapa kemampuan dasar. Kemampuan itu seperti berkomunikasi, atau juga dapat mengoperasikan komputer dan teknologi lainnya.

Dunia Kerja - Male Indonesiapexels.com

Akan tetapi, kemampuan dasar untuk menunjang pekerjaan setiap karyawan tidak hanya dalam mengoperasikan teknologi dan komunikasi semata. Namun juga dibutuhkan kemampuan untuk memahami perasaan orang-orang di sekitar, hingga meminta bantuan ketika merasa sedang kesulitan.

Sekilas memang terdengar sederhana. Tetapi masih banyak yang mengabaikan kemampuan tersebut. Bahkan, menutur laman Insider, masih ada kemapuan dasar lain. Meski sepele namun nyatanya sulit untuk dipelajari, apa saja itu?

Konsisten Mengatur Jadwal Tidur
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsistensi dalam mengatur jadwal tidur akan berdampak positif pada kinerja seseorang. Pikiran dan tenaga pun akan menjadi lebih prima saat Anda sedang bekerja. 

Saat ini, sudah banyak trik ampuh untuk menjaga pola tidur yang baik. Namun terlepas dari cara yang Anda pilih, pastikan Anda memiliki waktu beristirahat yang cukup dan berkualitas, terutama pada malam hari.

Manajemen waktu
Menajamen waktu yang efektif adalah salah satu keterampilan yang paling dihargai oleh perusahaan. Meskipun tidak ada cara yang tepat untuk memaksimalkan keterampilan ini, penting untuk menemukan sistem yang cocok untuk Anda gunakan.

“Hal yang paling sulit untuk saya pelajari adalah bagaimana merencanakannya. Bukan untuk melaksanakan yang telah saya rencanakan, tetapi membuat daftar pekerjaan yang padat dan menjadwalkannya dengan sangat teliti, sehingga saya benar-benar mampu menyelesaikan semua pekerjaan tersebut sesuai dengan waktu yang dijadwalkan,” tutur Alina Grzegorzewska.

Meminta bantuan
“Saya pernah diberitahu dalam wawancara kerja, Anda tidak dapat memiliki pekerjaan ini jika Anda tidak dapat meminta bantuan ketika Anda membutuhkannya. Tentu saja, aku bilang aku bisa. Kemudian, aku menemukan bahwa orang sebelumnya yang mendapatkan pekerjaan itu telah mengacaukan segalanya karena dia sebetulnya membutuhkan bantuan tapi tidak bisa mengakuinya,” tulis Louise Christy.

Lebih lanjut Louise menjelaskan bahwa, mengetahui ketika Anda membutuhkan bantuan dan kemudian memintanya akan sangat sulit untuk dilakukan karena tidak ada orang yang ingin dianggap lemah atau tidak kompeten.

Sebaliknya, menurut studi terbaru yang dilakukan oleh Harvard Business School, ketika Anda meminta saran dari orang lain, itu artinya Anda memvalidasi kepandaian atau keahlian mereka. Hal ini akan membantu Anda memenangkan hati mereka.

Empati
“Anda bisa menjadi individu yang disilipin, brilian, dan menguasai skill lainnya. Namun, jika Anda tidak peduli atau empati kepada orang-orang di sekitar, pada akhirnya Anda bukanlah siapa-siapa melainkan hanya seorang sociopath,” tulis Kamia Taylor.

Sementara itu, menurut pernyataan Jane Wurdwand, empati adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Ia juga menjadi elemen terpenting dalam lingkungan kerja yang sudah serba modern.

“Empati, adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Kemampuan ini akan membuat pelayanan dan kinerja seseorang menjadi lebih baik. Empati juga mendorong karyawan untuk melampaui sikap apatis mereka sendiri, sehingga mereka dapat merasakan ‘sesuatu’ yang lebih besar daripada hanya mengharapkan gaji semata,” tulis Jane. *** (SS)

SHARE