Album Baru! Ini Konsep Beda yang Dibawa Slank - Male Indonesia
Album Baru! Ini Konsep Beda yang Dibawa Slank
Sopan Sopian | News

Grup musik Slank yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho dan Ivanka menelurkan kembali album terbaru mereka. Artinya, album ini menjadi album ke-23 Setelah dua tahun tak menelurkan album. Hal itu diungkapkan langsung oleh Bimbim di markas Slank, Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Foto: Sopian/Male Indonesia

Konsep yang diusung dalam album barunya ini, mengangkat konser art rock. Akan tetapi, meski sudah siap dengan album barunya itu, Slank masih merahasiakan tanggal rilis album terbarunya tersebut. "Album segera. Ini setelah (album terakhir) Februari 2017. Kemarin cek ada 10 lagu," kata Bimbim.

Dia mengatakan saat ini band-nya tinggal menyelesaikan sejumlah hal, termasuk lagu karya Abdee. "Tinggal ada retake yang kurang-kurang. Abdee ada beberapa track. Abdee enggak ikut, (produksi di Lokananta, Solo)," tambah penabuh drum itu.

Bimbim juga menjelaskan proses pembuatan album baru itu. Mereka telah membuat album itu sejak bulan puasa pada 2018 lalu. Hanya saja, band yang lahir sejak 1983 itu memiliki kendala waktu yang terbatas karena harus menjalani tur. Liriknya, kata Bimbim, baru mulai bisa terselesaikan pada sekitar akhir Desember 2018 lalu.

Lokananta Jadi Tempat Rekaman Album Baru Slank
Meskipun telah matang akan komposisi lagu dan lirik, Bimbim mengaku Slank masih belum bisa masuk ke dapur rekaman. Hingga pada akhirnya, Kaka, sang vokalis memiliki ide untuk melakukan rekaman di Lokananta yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah.

Foto: Sopian/Male Indonesia

“Akhirnya datanglah kita ke Lokananta. Memang Slank bukan yang pertama rekaman di situ. Tapi harapan kita, setelah Slank rekaman di Lokananta, biar banyak yang nengok ke Lokananta. Harapannya akhirnya direnovasi, akhirnya fungsi Lokananta sebagai public vinyl itu dikembalikan lagi,” kata Bimbim.

Dengan adanya kunjungan dan perekaman album baru Slank di sana, kata dia, banyak pihak yang memperhatikan nasib Lokananta. Hal itu dalam upaya untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali tempat bersejarah itu.

Sementara, menurut gitaris Slank Ridho Hafiedz, Lokananta mampu memberi pengalaman musik baru dalam proses pengerjaan album Slank. "Kami kan selama ini pernah di mana saja (menggarap album), di Amerika pernah, di Potlot sudah, dan untuk mencari tempat yang bersejarah ya di Lokananta itu," ucap Ridho.

Untuk diketahui, selama berdiri Lokananta telah banyak berjasa terhadap sejarah perkembangan musik Indonesia. Total, sebanyak lebih dari 5.000 arsip tersimpan rapi oleh perusahaan ini. Berbagai musisi legendaris Tanah Air telah mencatatkan namanya di studio rekaman Lokananta, misalnya Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, dan Sam Saimun.

Bahkan, Lokananta pernah merekam lagu daerah "Rasa Sayange" bersama dengan lagu daerah lainnya dalam satu piringan hitam yang kemudian dibagikan kepada kontingen Asian Games pada tanggal 15 Agustus 1962.

Siapkan Box Set Album
Seperti diketahui, kini perkembangan musik digital begitu masif. Walau begitu, Slank tetap yakin bahwa album terbarunya yang akan dirilis dalam bentuk fisik akan tetap diminati para penikmat musik. Menurut Slank, maraknya layanan musik streaming bukan berarti akan mematikan pasar musik dalam bentuk fisik.

Foto: Sopian/Male Indonesia

"Sistem (digital) distribusinya kita manfaatkan saja (untuk jualan). Sistem jualan promo digital, jadi ya dengan harapan memperkecil dunia (jarak). Mau Slankers (penggemar Slank) di Amerika, di Papua, di Aceh tinggal di depan HP dia bisa beli rilisan album fisik," jelas Bimbim.

Ridho Hafiedz menambahkan, ia merasa banyaknya platform market place dan online shopping bisa dimanfaatkan untuk menjajakan album fisik. "Semoga bisa membantu menjual (album) secara fisik melalui online shopping, karena gue yakin masih banyak yang pengin fisik, entah CD, piringan hitam, atau kaset," ujar Ridho.

Bahkan, lanjut dia, dengan adanya online shopping bisa membantu para penjual karya musik di daerah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. "Mudah-mudahan bisa mengajak UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di daerah-daerah, semoga mereka bisa jualan tanpa harus buka store fisik di sana," ucapnya.

Sementara, untuk memberi apresiasi kepada para penggemar yang tetap menanti album fisik Slank, Bimbim mengatakan bahwa pihaknya akan menghadirkan album dengan kemasan premium atau boxset.

Box set dari dulu sebenarnya sudah pengen. Cuma baru kesempatan bisa bikin sekarang. Karena kita nggak tahu. Boleh dibilang kita ini baru melek digital, merchandise, dan baru mempergunakan itu menjadi kekuatan distribusi Slank,” kata Bimbim 

Dalam box set itu, akan ada rekaman berbentuk compact disc (CD) dan juga kaset yang diproduksi dari tempat mereka merekam album baru, di Lokananta, Solo, Jawa Tengah. Namun, sisanya, Bimbim menyebut masih menjadi sebuah kejutan.

Adanya box set ini, jelas Bimbim, juga menjadi sarana edukasi kepada penggemar untuk menghargai karya seseorang. Dia mengaku, sejauh ini, dia mengizinkan para anggota “Fans Club” Slank selalu memakai desain dari Slank untuk dipergunakan bagi organisasi internal.

Hanya saja, pentolan grup band yang hits dengan lagunya “I Miss You, But I Hate You” itu menyebut saat ini masih banyak orang-orang yang menggunakan desain pernak-pernik itu untuk membajak.

“Cuma yang beredar hari ini adalah orang-orang yang mempergunakan itu buat membajak. Sebenarnya kita pun sempat kasih tahu, ‘ayo kita jangan bajak. Ayo kita hargai karya orang’. Ini bagian dari edukasi dari kita untuk menghargai,” terang Bimbim. *** (SS)

SHARE