Aneh! Karya Musik Brilian ini Sempat Dilarang - Male Indonesia
Aneh! Karya Musik Brilian ini Sempat Dilarang
Gading Perkasa | News

Isu pembatasan karya musik bukanlah hal baru di telinga kita. Nyatanya, musik kerap dibatasi oleh aturan pemerintah. Dulu, di Indonesia, setidaknya ada dua musisi yang karyanya dinilai kontroversial dan menimbulkan keresahan, yakni Koes Plus dan Iwan Fals.

Photo by picjumbo.com from Pexels

Belum lama ini, muncul kasus pembatasan karya musik seperti Mr. Brightside (The Killers), Versace on the Floor (Bruno Mars), serta masih banyak lagi. Apakah karya yang dibatasi akan mengarah ke situasi yang lebih baik, atau malah sebaliknya?

Masih terkait hal tersebut, simak karya musik brilian yang sempat dilarang diputar, melansir dari Supermusic.

N.W.A (F**k Tha Police)

Grup hiphop dari Compton, Los Angeles, Amerika ini lantang menerobos larangan dan pembatasan konten oleh badan sensor, aparat keamanan, bahkan pemerintah sekalipun.

N.W.A bermusik dengan jujur, mungkin terlalu jujur. Kehidupan masyarakat kulit hitam di Amerika era 80-an memang sulit dilepaskan dari kekerasan aparat.

Puncaknya, di tahun 1987, polisi L.A meresmikan Operasi Palu yang berujuan untuk memerangi geng-geng jalanan. Operasi itu merepresi kaum muda di sana, namun tidak bagi N.W.A yang memiliki kekuatan dan suara lantang lewat musik.

Mereka merilis F**k Tha Police setahun kemudian. Lagu ini dilarang untuk dibawakan ke panggung, dan tak boleh disiarkan. Wajar saja, sebab isinya sumpah serapah dan menantang kepolisian Amerika.

The Kinks (Lola)

Pelarangan musik bukan cuma berasal dari pemerintah, aparat atau lembaga lain. Inilah yang dialami The Kinks saat merilis Lola di tahun 1971. Lagu ini ditekan oleh media massa.

Radio BBC yang mampu mengangkat band dan musisi melalui siaran musik mereka, enggan memutarkan lagu Lola. Penyebabnya? Product placement. Larangan menyebut atau menyinggung brand lain dianggap serius.

Terdapat penggalan kata Coca-Cola yang terselip dalam barisan lirik lagu tersebut. Itu menyebabkan jatuhnya larangan penyiaran Lola di Radio BBC.

The Beatles (Lucy In The Sky With Diamonds dan A Day in the Life)

The Beatles lekat dengan kontroversi. Mereka sering dikenai larangan, contohnya saat John Lennon menyatakan bahwa musiknya lebih bermakna ketimbang agama. Lalu sampul album yang harus ditarik ulang akibat menyinggung pemerintahan Amerika Serikat (album Yesterday & Today edisi khusus AS).

Ada dua lagu mereka yang dilarang, yaitu Lucy in the Sky with Diamonds dan A Day in the Life. Keduanya dianggap sebagai lagu yang menyampaikan subliminal message soal penggunaan narkoba.

Sex Pistols (God Save The Queen)

Sex Pistols juga tak luput dari hal serupa, karena single mereka yang mendunia, God Save The Queen. Liriknya dipenuhi sindiran dalam bayang anti kemapanan. Johnny Rotten dkk. bersuara dengan gaya lantang dan urakan.

Ketika penghargaan 50 tahun perunggu bagi Ratu Elizabeth II sudah di depan mata, Sex Pistols dan manajer Malcolm McLaren sadar itu adalah kesempatan emas untuk merilis God Save The Queen.

Mereka menandatangani kontrak bersama A&M Records persis di depan kediaman resmi ratu Inggris, Buckingham Palace dan 25 ribu kopi single tersebut rilis. Namun karena ditekan pemerintah, A&M Records melepas kontrak dengan Sex Pistols, sementara single mereka dihancurkan hanya empat hari pasca kontrak diresmikan.

Tak mau menyerah, Sex Pistols meresmikan kontrak dengan Virgin Records. Mereka tidak menghiraukan seluruh larangan dari BBC. Terhitung 200 ribu keping terjual di minggu pertama. [GP]

SHARE