Rolls Royce Tak Tertarik Teknologi Hybrid - Male Indonesia
Rolls Royce Tak Tertarik Teknologi Hybrid
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Teknologi hybrid tengah dikembangkan oleh berbagai pabrikan otomotif dunia. Namun anehnya, Rolls Royce sama sekali tidak tertarik pada teknologi tersebut. Apa pasal?

Pexels

Produsen mobil super mewah Rolls Royce itu baru-baru ini mengatakan bahwa mereka tidak tertarik pada teknologi hybrid, walau sang induk, BMW, telah melakukan banyak hal, termasuk menemukan inovasi yang ramah lingkungan.

Menurut CEO Rolls Royce, Torsten Muller-Otvos, ia sangat tidak percaya sistem hybrid ataupun plug in hybrid merupakan solusi buat tiap mobil Rolls Royce yang dikenal berkapasitas mesin besar dan haus bahan bakar. Mesin besar dibutuhkan untuk mengimbangi segala perlengkapan kelas berat bagi penumpang di bagian kabin.

“Kami tidak akan ke teknologi hybrid, kami langsung menuju ke elektrik. Dan kami melakukannya tahap demi tahap,” kata Torsten Muller-Otvos, seperti dilansir dari Whichcar.

Teknologi listrik bakal menjadi pilihan pamungkas oleh Rolls Royce, sebab dinilai benefitnya lebih terasa. Setiap mobil buatan mereka butuh torsi besar yang dapat ditemukan cukup berlimpah pada motor listrik.

Power tidak jadi isu buat mobil listrik. Bukan sama sekali. Itu bahkan lebih mudah dibanding mesin pembakaran dalam sebab torsi substansial. Dan Rolls Royce semuanya tentang torsi,” kata dia.

Sebelum pada akhirnya berpindah ke elektrik, Muller-Otvos menjelaskan bakal mempertahankan pilihan mesin berkonfigurasi V12 turbo ganda pada Rolls Royce selama mungkin. Mesin itu merupakan satu-satunya pilihan yang digunakan pada Phantom, Ghost, Wraith, Cullinan, dan Dawn.

Bahkan, ia juga menyebut tidak tertarik mengaplikasikan mesin V8 ataupun 6 silinder segaris yang dimiliki oleh BMW.

“Biar saya jelaskan begini, selama mesin itu sesuai aturan, konsumen kami menyukai konfigurasi 12 silinder. Itu seperti jam tangan yang rumit. Semakin rumit maka semakin berharga,” tuturnya.

Hanya saja ia belum bisa memastikan kapan Rolls Royce akan merambah masuk ke teknologi listrik. Ia menggambarkan bakal memulai kira-kira setelah mobil pembakaran dalam mulai ditinggalkan sepenuhnya di kota-kota besar di Cina.

“Cina sangat baik mempromosikan mobil listrik buat industri mereka sendiri, dan itulah masa depan. Bila Anda ingin berpartisipasi di pasar Cina, semua orang harus melakukannya,” ucap dia. [GP]

SHARE