Kiper Mahal & Berbakat Tapi Suka Berulah - Male Indonesia
Kiper Mahal & Berbakat Tapi Suka Berulah
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Dunia sepak bola akhir-akhir ini tengah membicarakan penjaga gawang asal Chelsea, Kepa Arrizabalaga. Ia mulai disorot saat menolak ditarik keluar lapangan oleh sang pelatih The Blues, Maurizio Sarri dalam laga final Carabao Cup pada 25 Februari 2019 lalu.

wikimedia commons

Peristiwa itu terjadi di menit-menit terakhir babak perpanjangan waktu, ketika serangan Manchester City tengah gencar ke lini pertahanan Chelsea dan Kepa Arrizabalaga tengah mengalami keram pada kakinya.

Ia tampak dua kali mengalami kesakitan sesaat setelah mengamankan gawangnya dari ancaman pemain Manchester City. Anehnya, Arrizabalaga bersikeras tak ingin ditarik.

Sebagai catatan, Kepa Arrizabalaga merupakan kiper termahal milik Chelsea yang dibeli dari Athletic Bilbao. Ia menjadi anggota timnas Spanyol di Piala Dunia 2018, namun hanya duduk di bangku cadangan lantaran kehadiran David De Gea.

Berikut fakta menarik dari Kepa Arrizabalaga, mengutip laman Guardian.

Dibeli Seharga 1,3 triliun Rupiah
Melalui durasi kontrak tujuh tahun, ia dibeli Chelsea dengan harga 71,5 juta poundsterling atau Rp 1,3 triliun. Sontak ia menjadi kiper termahal dunia. Harga itu adalah klausul pelepasan sang kiper yang ditetapkan Bilbao. Status dirinya menggusur Alisson Becker yang sebelumnya dibeli Liverpool.

Produk Asli Athletic Bilbao
Arrizabalaga ternyata produk asli binaan Athletic Bilbao. Selama di klub tersebut, ia baru dua musim menjadi kiper utama tim dan sempat menjalani masa pinjaman di Ponferradina dan Valladolid, sebelum ke Athletic Bilbao.

Lahir di Wilayah Otonom Basque
Kepa Arrizabalaga lahir di Ondarroa, wilayah otonom Basque, Spanyol bagian utara pada 3 Oktober 1994. Tentu saja, sebagai putra Basque, ia bermain di Athletic Bilbao sejak kecil hingga masuk tim senior utama.

Pecinta Burung
Rupanya, ia punya hobi lain di luar lapangan hijau. Kepa besar di keluarga pecinta burung. Ia sering membantu sang ayah merawat dan melatih berbagai jenis burung di rumah dan rutin mengikuti lomba.

“Dulu saya ikut kompetisi berkicau burung, tetapi harus berhenti karena saya mulai ikut pertandingan sepakbola setiap akhir pekan. Selalu ada kicauan burung di rumah,” ujarnya, melansir dari Guardian.

Drama dengan Zinedine Zidane
Ia termasuk pemain yang cukup matang secara mental, meskipun masih terbilang muda. Itu terbukti saat beberapa tahun lalu, Kepa sudah siap bergabung dengan klub ibukota, Real Madrid.

Sayangnya, transfernya ke Los Galacticos urung terjadi, lantaran Zidane yang saat itu menjadi pelatih, menolak Kepa Arrizabalaga. Zidane beralasan, ia tidak ingin kiper baru di pertengahan musim. Drama tersebut tak membuat Kepa beringsut, dia menanggapinya cukup tenang. [GP]

SHARE