Akhir Perjalanan Madrid Yang Menyakitkan - Male Indonesia
Akhir Perjalanan Madrid Yang Menyakitkan
MALE ID | Sport & Hobby

Real madrid  tersingkir dari babak 16 besar liga champions, Kegagalan kali ini dinilai dengan akhir perjalanan yang menyakitkan bagi Madrid setelah juara 3 kali berturut-turut di liga champions. Madrid dipermalukan Ajax Amsterdam dengan skor akhir 1-4 saat menjalani pertandingan leg II babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2019) dinihari WIB. Gawang Madrid bergantian dibobol oleh Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic, dan Lasse Schoene.

Tim ibukota Spanyol itu membalas sekali via Marco Asensio. Semenjak ditinggal oleh Zidane dan Ronaldo, madrid sulit untuk berkembang dari keterpurukan. Kekalahan dari Ajax Amsterdam makin memperburuk musim Real Madrid. Kekalahan itu makin memilukan karena terjadi di Santiago Bernabeu yang mana artinya dalam empat pertandingan di seluruh kompetisi, Madrid selalu pulang dengan kepala tertunduk setelah sebelumnya kalah dengan sang rival Barcelona.  Keterpurukan ini yang sebenarnya sudah diprediksi oleh sang mantan pelatih Zinedine Zidane sejak awal tahun lalu, Zinedine Zidane sendiri mundur dari posisinya setelah beberapa hari membawa madrid menjuarai liga champions yang ke 3 kalinya berturut-turut, dimana rekor yang sulit untuk dilakukan oleh klub lain setelah mengalahkan Liverpool di final. Lalu di pertengahan bulan Juni, Madrid mendapat pukulan telak lainnya ketika Cristiano Ronaldo pun pindah ke Juventus. Kehilangan dua figur penting sekaligus tersebut sudah jadi pertanda musim yang tidak baik untuk madrid sendiri dan kekalahan dari Ajax membuktikannya. Madrid sebelum tersingkir dari Liga Champions mereka pun tersingkir dari  Copa del Rey oleh Barcelona dalam waktu sepekan. Madrid boleh dibilang bakal hampa gelar pada musim ini karena sulit mengejar selisih 12 poin dari Barcelona di LaLiga. Melihat apa masalah Madrid sebenarnya sangat mudah karena musim ini ketika mereka tidak coba mendatangkan pemain bintang di bursa transfer. kebijakan Florentino Perez yang lebih mengutamakan pemain muda demi masa depan tim patut diacungi jempol, namun tentu saja sulit diterima ketika Madrid tidak mencari pengganti Ronaldo yang hampir setiap musim mencetak minimal 50 gol. Zineidine Zidane pernah berkata “bahwa di madrid ada saatnya perubahan untuk kami semua baik itu dari pelatih maupun pemain, hal itu pasti terjadi, tapi tidak sekarang”, dia pun berkata madrid harus memdapatkan pemain bintang agar memperbaruhi timnya, tetapi sang presiden klub hanya membeli pemain muda yang mempunyai jangka panjang di madrid, alhasil madrid pun kalah bersaing dengan Barcelona di LaLiga dan copa del rey, untung pada saat itu mereka masih memenangkan liga champoins. Kekalahan dari leganes musim lalu menjadi titik dimana ucapan sebelumnya yang di ucapkan oleh Zidane benar terjadi, Zidane pun meninggalkan madrid begitupulah sang mega bintang Ronaldo

SHARE