Dituduh Lakukan Spionase, Ini Tanggapan Huawei - Male Indonesia
Dituduh Lakukan Spionase, Ini Tanggapan Huawei
Gading Perkasa | Digital Life

Beberapa waktu lalu Huawei mengeluarkan surat undangan terbuka kepada media di AS untuk mengunjungi kantor dan bertemu karyawan mereka. Langkah itu dilakukan pasca beragam tuduhan dari pemerintah AS dan sekutu soal aksi mata-mata Huawei.

geograph.org.uk

Huawei mengiklankan surat undangan terbuka tersebut di media-media utama, salah satunya The Wall Street Journal dengan judul ‘Jangan Percaya Semua yang Anda Dengar’.

Iklan itu dibubuhi tanda tangan Direktur Huawei, Catherine Chen. Seakan menjadi klaim atas tuduhan AS dan sekutu soal perangkat 5G Huawei yang dijadikan alat spionase.

“Saya menulis surat ini dengan harapan kita bisa saling memahami lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS telah mengembangkan kesalahpahaman tentang kami,” ujar Chen seperti dilansir dari Mashable.

Kisruh antara Huawei dan pemerintah AS bermula saat Donald Trump menghadap perusahaan di sana menggunakan infrastruktur buatan pabrikan asal Cina tersebut.

Trump juga mendesak negara-negara sekutu AS untuk menghindari kekuatan Negeri Tirai Bambu. Ia mengklaim, hal itu dilakukan demi melindungi kepentingan keamanan nasional.

Sebagaimana dilaporkan CNet, sejumlah pejabat Huawei menangkis tudingan itu dengan menjadikan aksi penyadapan pemerintah AS yang diekspos mantan anggota Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden.

Sebelumnya, Huawei memberhentikan karyawannya yang terlibat aksi spionase. Karyawan yang diketahui bernama Weijing Wang dinilai telah memberikan image buruk terhadap perusahaan.

“Kami mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negara tempat beroperasi, kami mewajibkan setiap karyawan mematuhinya,” tulis Huawei dalam pernyataan resminya.

Sedangkan juru bicara badan intelijen Polandia, Stanislaw Zaryn mengatakan bahwa mereka telah mengamankan seorang warga asal Cina dan Polandia atas tuduhan aksi spoinase.

“Keduanya ditangkap dan diduga bekerja menjadi mata-mata Cina, sehingga merugikan Polandia,” tutur Zaryn seperti dilansir dari AFP.

Mereka berdua terancam hukuman penjara selama 10 tahun jika terbukti bersalah. Namun, keduanya membantah perbuatan mereka.

Wang diketahui sebagai direktur pemasaran Huawei untuk Polandia. Sementara satu warga asal Polandia adalah mantan agen di perusahaan intelijen ABW yang kini bekerja sebagai konsultan keamanan siber dari operator asal Prancis, Orange.

Kisruh tuduhan spionase terhadap Huawei kian meruncing setelah Kepala Keuangan Huawei, Meng Wanzhou ditangkap di bandara Kanada pada Desember 2018 lalu. Ia dituduh melakukan aksi pencucian uang dan tengah menjalani sidang ekstradisi. [GP]

SHARE