Tingginya Beban Moderator Facebook di Amerika - Male Indonesia
Tingginya Beban Moderator Facebook di Amerika
MALE ID | Digital Life

Media sosial Facebook sangat populer di dunia. Terbukti, ada sekitar 2,38 miliar pengguna aktif per bulannya pada kuartal empat 2018, melansir Statista.

Facebook - Male Indonesipexels.com

Dengan banyaknya pengguna, tentu setiap hal yang diunggah di Facebook tak terhitung lagi. Di balik posting-an yang dibagikan, ada moderator Facebook yang selalu siap menganalisisnya.

Konten-konten yang melanggar pedoman perusahaan akan dihapus oleh moderator. Tugas mereka tidaklah mudah, ini bisa dilihat dari laporan The Verge yang meliput kehidupan moderator Facebook di Amerika Serikat.

Dalam hasil laporannya disebutkan, banyak moderator Facebook di Negeri Adikuasa mengalami post traumatic stress disorder (PTSD) akibat melihat gambar-gambar mengerikan dan kekejaman setiap hari.

Di Amerika, Facebook bekerja sama dengan Cognizant, perusahaan jasa profesional yang ditugaskan untuk memonitor posting-an. Para karyawannya mengisahkan, ada beberapa video harus mereka tonton sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

Video itu juga meliputi seorang pria ditikam puluhan kali di dada sembari berteriak, gambar-gambar serangan kekerasan, pornografi, orang yang berhubungan seks dengan hewan, penggunaan narkoba, dan meme rasis.

The Verge melakukan penyelidikan di kantor Cognizant yang berada di Phoenix, Arizona. Tempat itu terkenal akan penduduknya yang percaya teori bumi datar dan kaum penganut Holocaust.

Para moderator Facebook mendapatkan perjanjian untuk menjaga rahasia seputar pekerjaan mereka. Mereka tidak boleh membahas dampak emosional dari pekerjaan mereka, seperti perasaan yang mengarah cemas dan terasing pada kerabat.

Mereka juga diperbolehkan dua kali istirahat selama 15 menit dan satu kali makan siang selama 30 menit, dan setiap mereka pergi ke toilet akan selalu diawasi.

Beberapa moderator telah mencoba mengatasi rasa depresinya dengan membiasakan bercerita tentang lelucon bunuh diri. Ada pula yang menghisap ganja, sampai melakukan hubungan seks di tangga kantor selama istirahat.

Sebagian moderator membiasakan diri dan tenggelam dengan konten-konten yang mereka analisis, seperti video teori konspirasi dan meme rasis lain.

Perusahaan Cognizant menyediakan jasa konselor bagi karyawannya. Serta layanan hotline, program bantuan karyawan, yoga, dan terapi lainnya, termasuk waktu tenang selama sembilan menit per hari.

Namun, semua fasilitas tersebut hanya tersedia selama mereka bekerja untuk perusahaan. Banyak mantan karyawan berjuang dengan PTSD usai mereka pergi.

Tanggung jawab dan dampak yang dirasakan moderator Facebook tak sebanding dengan gaji mereka. Gaji tahunan rata-rata karyawan Facebook adalah 240.000 USD atau sekitar Rp 3,3 miliar.

Apabila Facebook mendapat sorotan yang semakin meningkat dari pemerintah dan regulator, mungkin pekerjaan yang dilakukan moderator bakal dianggap semakin vital. [GP]

SHARE