Jeffrey Dahmer, Manusia Kanibal Terganas di Dunia - Male Indonesia
Jeffrey Dahmer, Manusia Kanibal Terganas di Dunia
Gading Perkasa | Story

Pada 17 Februari 1992, seorang pria di Amerika Serikat bernama Jeffrey Dahmer dijatuhi hukuman penjara seumur hidup lantaran membunuh dan melakukan kanibalisme terhadap korbannya. Ia pun dijuluki sebagai manusia kanibal.

jeffrey dahmer - Male Indonesiapexels.com

Jeffrey Lionel Dahmer, juga dikenal ‘Milwaukee Cannibal’ merupakan pembunuh berantai dan pelaku kejahatan seksual. Bukan cuma memperkosa dan membunuh, ia juga memotong 17 korbannya dari tahun 1978 hingga 1991.

Seperti dikutip dari BBC, vonis hukuman yang diberikan oleh Pengadilan Negara Bagian Wisconsin menyatakan tidak akan memberikan amnesti kepada Jeffrey Dahmer.

Hakim mengatakan, Dahmer secara sadar telah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan serta menolak klaim tim pengacara yang menyebut pelaku dalam kondisi gangguan kejiwaan. Hakim tidak percaya atas klaim yang diajukan pengacara Dahmer.

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Dahmer termasuk ke dalam kategori luar biasa dan paling mengerikan sepanjang sejarah kasus di Negeri Paman Sam.

Dalam pembacaan putusan vonis, hakim juga menjelaskan proses Dahmer membunuh para korbannya. Disebutkan bahwa pelaku membius korban dengan obat tidur dan menusuk kepala untuk mengambil bagian otak korban.

Menurut pengacara, Dahmer menderita necrophilia, yaitu gangguan kompulsif berupa hasrat berhubungan intim dengan mayat. Namun menurut jaksa, Dahmer tidak menderita kelainan tersebut, karena ia secara waras bisa menentukan siapa korban.

Pada umumnya, pelaku aksi kanibalisme di Amerika akan dikenakan hukuman mati. Namun lantaran Pemerintah Negara Bagian Wisconsin termasuk salah satu wilayah yang tidak bisa melakukan eksekusi mati terhadap pelaku kejahatan, maka Dahmer tetap hidup.

Menanggapi vonis yang dibacakan hakim, Dahmer mengatakan bahwa dirinya tidak menuntut kebebasan. “Sungguh, saya hanya ingin mati. Saya tahu, saya sakit jiwa dan kesetanan, dan saya adalah kedua-duanya, perpaduan sakit jiwa dan kesetanan.”

“Dokter sudah bilang bahwa saya sakit jiwa dan sekarang saya sudah merasa damai. Saya tahu dampak yang diakibatkan atas perbuatan saya dan merasa sangat menyesal.”

Sedangkan pihak keluarga korban yang hadir di persidangan, mengecam keras Dahmer. Bagi mereka, hukuman seumur hidup tidak setimpal dengan perbuatan pelaku.

Dahmer sendiri kemudian mengembuskan napas terakhirnya pada 28 November 1994 di Columbia Correctional Institution, Portage, Wisconsin, AS. [GP]

SHARE

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Invalid library (appears to be a Zend Extension, try loading using zend_extension=opcache.so from php.ini)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: