Kenikmatan Teknik Bercinta yang Berbahaya - Male Indonesia
Kenikmatan Teknik Bercinta yang Berbahaya
Gading Perkasa | Sex & Health

Mencekik leher merupakan salah satu teknik yang banyak dipakai oleh pria saat melakukan hubungan intim. Di satu sisi, ada sensasi yang bakal diperoleh, namun cukup sulit mempraktikkannya agar tidak mendatangkan bahaya.

Pexels

“Teknik mencekik leher biasa di film dewasa, biasanya pria dalam posisi dominan. Begitu banyak yang merasa tindakan ini agresif ketika pria memberi kekuatan atau dominasi dalam pengalaman seksual,” kata pendiri The New Society for Wellness (NSFW), Daniel Saynt.

Maka, daripada mempraktikkan gerakan ini secara sembarangan dan hanya meniru film dewasa, ada cara lebih aman. Dilansir dari Mens Health, berikut sejumlah tips ‘memainkan’ leher saat berhubungan intim.

Berpikir Jernih
Hindari segala macam pikiran yang berbahaya ketika Anda mencoba mencekik leher pasangan saat bercinta. Lakukan secara aman, sadar, dan atas dasar kesepakatan bersama.

“Jangan berlatih melakukan cekikan atau mengontrol pernapasan ketika Anda di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol, atau saat pasangan tidak setuju, apalagi Anda belum membicarakan tindakan itu,” kata pakar hubungan, Lia Holmgren.

Berlatih
Cara terbaik agar teknik mencekik leher tak melukai pasangan adalah berlatih. Holmgren mengatakan bahwa hal ini adalah sesuatu yang serius. “Pelajari anatomi leher dan bacalah tentang tercekik sebelum Anda melakukannya,” tutur dia.

Cari Cara Terbaik Menyentuh Leher Pasangan
Ketahuilah bagaimana pasangan Anda bereaksi terhadap cekikan. Disarankan menekan lembut kedua sisi kerongkongan, dan cari tahu tekanan yang sesuai dengan dirinya.

Jika Anda mendorong langsung di bagian depan leher atau tempat ia bernapas, maka bisa menyebabkan batuk. Bukannya seksi, ini malah jadi sesuatu yang berbahaya.

“Anda membatasi aliran udara. Kekuatan yang dikeluarkan di leher bukan untuk menghancurkan. Anda tidak ingin merusak kerongkongan pasangan,” kata Saynt.

Lihat Reaksinya
Saynt mengatakan, ketika Anda membatasi aliran udara terlalu lama, pasangan berisiko terkena kerusakan otak atau kematian. Maka dari itu, jangan terfokus atau terjebak di teknik tersebut.

Saat melakukannya, pasangan harus dapat berbicara. Kalau mereka sulit menjawab apa yang Anda tanyakan, segera hentikan permainan leher itu.

Beri Batasan
Sebelum melakukan teknik mencekik, tetapkan batasan apa yang boleh dan tidak. Holmgren menyarankan untuk membicarakan tentang waktu, intensitas, dan tujuan dari kegiatan itu.

“Anda ingin menentukan kapan pasangan Anda tercekik, misalnya saat penetrasi atau lainnya, atau mungkin lebih dekat dengan klimaks,” kata Holmgren.

Bicarakan juga ‘cara’ tercekiknya. Apakah terlihat bahagia, dominan, atau sedikit pura-pura menakutkan. Saynt mengatakan, semua itu harus dikatakan sebelum melakukannya.

Bermain Aman
Dalam semua hubungan intim yang kasar, keamanan harus dijunjung tinggi. Ketika pasangan merasa tidak nyaman, berhentilah melakukan eksperimen. Kembali ke permainan bercinta yang lebih aman. [GP]

SHARE