Ini Pertama Kalinya Smartphone Terserang Virus - Male Indonesia
Ini Pertama Kalinya Smartphone Terserang Virus
MALE ID | Digital Life

Seiring menjamurnya jumlah smartphone, peredaran virus pun semakin banyak. Virus pada smartphone tak kalah berbahaya dari virus atau malware yang menyerang komputer.

Blogtrepreneur/flickr

Beberapa virus di smartphone berpotensi mencuri data-data penting, membuat perangkat mengalami malfungsi sehingga terus-terusan restart. Dan yang paling parah, mengakibatkan smartphone sama sekali tidak berfungsi.

Sejatinya, kapan virus di smartphone pertama kali ditemukan? Menurut Kaspersky, virus pertama pada smartphone muncul pada tahun 2005 silam.

Virus tersebut bernama Cabir, yang kemudian menjadi titik awal dunia pervirusan, baik dari sisi para analis virus seperti Kaspersky maupun hacker yang jumlahnya kian banyak sampai hari ini.

Cabir juga dikenal sebagai SymbOS/Cabir, Symbian/Cabir, dan EPOC.cabir karena pada awal penemuannya, virus ini terdeteksi di sistem operasi Symbian yang kala itu menjalankan smartphone Nokia.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan nama Cabir. Salah satunya yaitu sebagai dedikasi kepada seorang pegawai Kaspersky bernama Elena Kabirova yang mendadak muncul saat perdebatan nama virus di laboratorium Kaspersky.

Selain itu, pengucapan Cabir juga mirip dengan ‘Caribe’, cacing komputer yang dikembangkan tahun 2004 dan ditargetkan untuk menyerang ponsel SymbianOS. Tulisan Caribe akan muncul di layar setiap kali pengguna smartphone Symbian yang terinfeksi Cabir mengaktifkan ponselnya.

Penyebaran virus ini melalui koneksi Bluetooth, dan mudah sekali menyebar di area keramaian, seperti restauran, acara konser, atau olahraga. Salah satu kejadian Cabir terbesar terdeteksi saat penyelenggaraan Athletics World Cup yang berlangsung di Helsinki, Finlandia, pada Agustus 2005.

Guna mencegah virus Cabir, pengguna harus menon-aktifkan Bluetooth atau mengubah mode perangkat menjadi invisible.

Beberapa bulan sebelum Cabir menginfeksi smartphone pada 2005, Kepala Kaspersky, Alex Gostev, pernah ditanya mengapa tidak ada virus yang menyerang smartphone. Ia pun menjawab bahwa dalam waktu dekat akan mulai muncul beberapa.

Ramalan Gostev terbukti benar. Cabir diciptakan oleh sekelompok hacker bernama 29A yang terkenal sering membuat virus rumit dan inovatif. Fragmen kode Cabir kemudian melahirkan sejumlah virus lain yang dibuat oleh para anggota 29A.

Sampel virus ini sebenarnya dikirim oleh beberapa perusahaan anti-virus. Kaspersky lantas berhasil menemukan kodenya dan menyertakan pendeteksi ke database anti-virus.

Adalah Roman Kuzmenko yang berjasa memecahkan kode virus Cabir. Sehingga, ia kemudian mendapat penghargaan dari Symbian. [GP]

SHARE