Nikmati Kehidupan Malam versi DJ Velline Pikachu - Male Indonesia
Nikmati Kehidupan Malam versi DJ Velline Pikachu
MALE ID | News

Nama DJ Velline Pikachu santer terdengar beberapa tahun belakangan. Berawal dari dunia tarik suara, ia pun mulai menaruh perhatian pada alat musik elektronik tersebut.

Photo Doc.

“Awalnya aku jadi DJ, di tahun 2017 aku nyanyi di sebuah kafe di kawasan Kuningan dan ketemu DJ Derry. Komunikasi lancar, terus dia menyarankan agar aku belajar main DJ. Akhirnya aku coba dan ketagihan,” kata DJ Velline Pikachu kepada MALE Indonesia.

Dari sekadar hobi, ia pun menekuni dunia baru itu dengan serius agar menjadi sesuatu yang menghasilkan. “Aku pernah berlatih di salah satu sekolah DJ di Ibukota, dan selalu update lagu yang lagi hits,” ujarnya.

DJ Velline melanjutkan, dirinya pertama kali tampil di sebuah event di Pekan Raya Jakarta. Dari situ, ia semakin fokus dan mendapat job bahkan hingga ke luar negeri.

“Aku main untuk private party di Australia. Selain aku, ada lima DJ lain turut berpartisipasi. Pengalamannya seru dan menyenangkan. Terakhir, aku show di Hotel Hilton Malaysia. Kalau dalam negeri, di sebuah kafe di Kemang,” ucapnya.

“Sempat ada tawaran untuk jadi DJ residence di Illigals, tapi aku tidak sanggup rasanya kalau setiap hari berkutat di kehidupan malam,” ucapnya lagi.

Ia juga menceritakan pengalaman terburuknya selama menjalani profesi sebagai DJ. Hal itu terjadi kala ia tengah show di Palopo, Sulawesi Selatan.

“Waktu main di sana, aku disetop pas baru bawain tiga lagu. Ternyata yang suruh aku berhenti main itu orang BNN. Mereka lagi melakukan pemeriksaan dan tes urine di tempat aku main. Aku langsung kaget dan shock. Mungkin karena aku pakai nama DJ Ratu Begal waktu itu, makanya aku ganti nama jadi DJ Velline Pikachu.”

Kehidupan malam saat ini di mata DJ Velline

Photo Doc.

DJ Velline Pikachu juga mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi di dunia malam. Seperti munculnya DJ baru dan kurangnya apresiasi bagi profesi DJ itu sendiri.

“Sekarang banyak DJ tampil agak terbuka. Seksi itu boleh, tapi jangan tampil terlalu berlebihan. Aku rasa seksi yang wajar aja. Sekarang, profesi DJ kurang dihargai karena hal itu. Kalau aku sih pilih-pilih tawaran main, gak semuanya aku ambil,” tutur dia.

Karena DJ wanita terus bermunculan, saingan DJ Pikachu pun bertambah. Namun ia menanggapinya santai. “Kalau aku santai aja. Setiap orang kan punya kelebihan masing-masing,” tuturnya lagi.

Ditambahkan olehnya, kendala di dunia malam tak lepas dari alkohol. “Buat aku, susah menghindari alkohol, karena itu membangkitkan semangat aku main.”

Berikutnya, ia menilai bahwa apresiasi dari pihak klub terhadap sebagian besar DJ cenderung minim. Padahal, proses menjadi seorang DJ profesional tidaklah mudah.

“Perlu ada standarisasi fee bagi DJ di Indonesia. Buat DJ profesional, sekitar 10 juta ketika harus main keluar kota. Kalau dalam kota, 5 juta sudah cukup lah,” aku Velline.

Salah satu impian yang hendak diwujudkannya adalah tampil di ajang tahunan Djakarta Warehouse Project (DWP). “Mau banget main di DWP. Apalagi bisa jadi pembukanya Armin van Buuren. Hahaha,” katanya sembari tertawa. [GP]

SHARE