Penasaran! Alasan Suhu di Pesawat Sangat Dingin - Male Indonesia
Penasaran! Alasan Suhu di Pesawat Sangat Dingin
MALE ID | Relax

Ketika berada di dalam pesawat yang sedang mengudara, suhu terasa sangat dingin. Bahkan lebih dingin dibandingkan AC dalam ruangan di gedung yang sudah diset dalam temperatur rendah. 

Pixabay.com

Mungkin beberapa orang mengira, pihak maskapai sengaja menurunkan suhu ruangan agar terasa dingin demi keuntungan komersil. Mereka, tentunya bisa menyewakan selimut kepada para penumpang yang kedingingan dengan meminta charge tambahan.

Namun nyatanya tidak seperti itu. News.com.au melaporkan, sebuah penelitian bertajuk “Fainting Passengers: The Role of Cabin Environment” yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Testing and Materials, disebutkan bahwa suhu lebih hangat dalam kabin dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang.

Menurut penelitian itu, kemungkinan pingsan lebih tinggi dalam sebuah pesawat terbang daripada di darat yang disebabkan oleh penurunan ventilasi paru, yaitu pengurangan aliran darah ke otak. Hal demikian dapat menyebabkan lunglai, mengantuk, dan penimbunan gas dalam lambung. 

Karena suhu tubuh manusia bervariasi, maka maskapai penerbangan akan menjaga suhu dalam posisi rendah agar aman. Hal ini tentunya akan membawa dampak bagi orang-orang yang mudah menggigil bahkan saat terkena angin sepoi-sepoi.

Penelitian lain yang dilaporkan Telegraph.co.uk, menyebutkan bahwa, hal ini untuk menjaga kenyamanan di dalam kabin pesawat. Dalam sebuah laporan dari Airbus yang ditugaskan oleh House of Lords (Majelis Tinggi Inggris Raya), dijelaskan bahwa pada kabin pesawat yang kursinya penuh terisi, panas tubuh yang dihasilkan penumpang begitu banyak.

Udara masuk yang dibutuhkan harus berada pada suhu persis atau di bawah kebutuhan suhu kabin. Suhu tiap kursi memang tidak bisa diatur berbeda-beda, tetapi awak kabin pesawat bisa mengatur suhu kabin berdasarkan zona.

Sementara itu Boeing, saingan Airbus, menuturkan kepada komite House of Lords bahwa awak kabin biasanya mengubah suhu sebagai respon dari keluhan para penumpang saat itu. Namun, penumpang yang biasanya hanya duduk saja dibanding awak kabin yang terus bergerak, menghasilkan persepsi suhu nyaman yang berbeda. 

Laporan tersebut juga menyebutkan ada beberapa keluhan dari penumpang yang menuduh awak kabin sengaja menurunkan suhu agar penumpang tidur setelah makan. Namun biasanya, suhu kabin saat pesawat sudah terbang di udara memang terasa lebih dingin dibandingkan sebelum lepas landas. 

Hal ini dikarenakan unit pendingin udara di pesawat kerap kali dimatikan untuk menghemat bensin sebelum pesawat lepas landas. Sehingga panas tubuh penumpang dengan cepat membuat suhu kabin meningkat.

Meski penelitian ini memang bukanlah penelitian baru, tetapi ada baiknya Anda harus tetap melakukan sejumlah persiapkan saat naik pesawat. Misalnya dengan membawa sweater tebal, kaus kaki, hingga menggunakan pakaian yang bahannya tebal serta menghangatkan tubuh. 

Bagi Anda yang juga sering mabuk perjalanan saat naik pesawat, ada baiknya juga persiapkan obat anti mabuk dan minumlah sebelum pesawat lepas landas. *** (SS)

SHARE