Perang yang Memecah Korea Utara dan Korea Selatan - Male Indonesia
Perang yang Memecah Korea Utara dan Korea Selatan
MALE ID | Story

Bukan rahasia lagi jika Korea Utara dan Korea Selatan merupakan dua negara yang saling berseberangan. Bahkan, mereka telah terpisah dan berkonflik lebih dari setengah abad.

wikimedia commons

Semenanjung Korea menjadi korban dari meningkatnya perang dingin antara dua negara kuat, yakni Uni Soviet (sekarang Rusia) dan Amerika Serikat.

Selama berabad-abad sebelum terpecah, semenanjung Korea dipimpin oleh dinasti kerajaan. Namun, saat dijajah Jepang pada 1905, Korea mengalami gejolak 35 tahun. Berlangsung sampai akhir Perang Dunia II, ketika pembagian dua negara dimulai.

“Keputusan dibuat tanpa melibatkan orang-orang Korea. Hanya dari Uni Soviet dan Amerika Serikat. Mereka membagi Korea menjadi dua wilayah kependudukan,” kata Michael Robinson, profesor East Asian Studies and History di Indiana University, seperti dikutip dari History.

Agustus 1945, Baik Uni Soviet dan Amerika membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea. Selama tiga tahun ke depan (1945-1948), tentara dan perwakilan Soviet, membangun rezim komunis di wilayah utara. Sementara bagian selatan, pemerintah militer dibentuk sepenuhnya, didukung Amerika Serikat.

Jika kebijakan Soviet ditujukan untuk buruh dan petani, warga Korea kelas menengah terbang ke selatan. Di sana, rezim yang didukung Amerika Serikat jelas disukai para anti-komunis dan pendukung sayap kanan.

“Tujuan utamanya membiarkan orang-orang Korea menyelesaikan masalahnya. Namun, Perang Dingin campur tangan. Segala sesuatu yang dicoba untuk menemukan jalan tengah dan menyatukan kembali semenanjung itu digagalkan Uni Soviet dan Amerika. Mereka tidak ingin menyerah satu sama lain,” tutur Robinson.  

Pada 1948, Amerika meminta PBB menyelenggarakan pemungutan suara. Setelah utara menolak berpartisipasi, pihak selatan membentuk pemerintahannya sendiri di Seoul, dipimpin Syngman Rhee yang sangat anti-komunis.

Tidak lama berselang, utara mendirikan negara komunis dengan Kim Il Sung sebagai perdana menteri pertama. Ibu kotanya terletak di Pyongyang.

Perang Korea
Perang Korea pada 1950-1953 membunuh sekitar 2,5 juta jiwa, sedikit menjawab pertanyaan tentang rezim mana yang paling mewakili Korea. Amerika menjadi musuh utama Korea Utara saat mereka mengebom desa dan kota di semenanjung utara.

Gencatan senjata untuk mengakhiri konflik pada 1953 menyisakan negara yang semakin terpecah. Zona demiliterisasi (DMZ) didirikan, membelah semenanjung Korea. Sampai saat ini, tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani. Secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih dalam status perang.

Tidak seperti pemisahan negara era Perang Dingin lainnya, di zona perbatasan Korea Utara dan Selatan, hanya ada sedikit pergerakan.

Menurut Robinson, garis batas itu tertutup rapat. Maka jelas mengapa negara yang sempat menjadi satu ini punya sistem pemerintahan sangat berbeda.

Berkat Amerika, Korea Selatan berhasil mengembangkan ekonomi yang kuat dan melangkah menuju negara demokratis. Sementara itu, Korea Utara tetap terisolasi dengan perkembangan ekonomi yang rendah. Negara komunis ini dipimpin satu keluarga selama tiga generasi. [GP]

SHARE