Solusi Otomatis Hentikan Serangan Email Penipuan - Male Indonesia
Solusi Otomatis Hentikan Serangan Email Penipuan
MALE ID | Digital Life

Serangan Business Email Compromise (BEC) atau peniruan email dari pengirim terpercaya, menjadi ancaman besar bagi perusahaan. Mengapa tidak, email dalah titik akses yang rentan bagi para peretas yang terus mengembangkan strategi baru dan mutakhir untuk mengekspos data-data penting. 

Pixabay.com

Menurut FBI, serangan BEC tumbuh 136% selama dua tahun terakhir, dengan laporan kerugian yang mencapai 12,5 miliar dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Symantec mengklaim telah membuat sebuah soslusi otomatis dalam memblokir email-email penipuan agar tidak memasuki jaringan perusahaan, yakni Email Fraud Protection. 

"Email Fraud Protection menggunakan pendekatan berlapis dalam menghentikan email-email penipuan yang menargetkan karyawan, mitra dan pelanggan, serta melindungi reputasi brand dari para peretas yang menirukan email dengan berpura-pura sebagai pemimpin perusahaan," ujar James Charlton, IT Security Manager, MS Amlin, Global Specialty Insurer and Reinsurer melalui keterangan tertulis yang diterma MALE Indonesia.

Serangan melalui email, kata Charlton, tidak hanya merugikan secara keuangan, namun juga memakan waktu ketika harus menerapkan standar otentikasi email secara manual termasuk SPF, DKIM atau DMARC, serta membutuhkan sumber daya yang sangat teknis untuk dapat secara akurat mengidentifikasi pengirim email dari pihak ketiga tanpa kesalahan false positive yang akhirnya malah memblokir email-email penting. 

Lebih lanjut, kata dia, Email Fraud Protection meniadakan kebutuhan administrator untuk secara manual mengatur dan memelihara parameter pengirim email, sebaliknya standar otentikasi email dipenuhi dengan pemantauan pengirim pihak ketiga yang disetujui secara otomatis.

“Tidak mudah untuk menemukan solusi yang dapat menghentikan peniruan email melalui DMARC, terutama di dunia bisnis di mana Anda memiliki beberapa pengirim yang sah untuk satu domain. Symantec Email Fraud Protection adalah solusi tersebut,” jelas James Charlton.

Patrick Gardner, Senior Vice President, Email Security, Symantec, menuturkan bahwa, guna mendukung standar otentikasi email dan membantu memblokir ancaman platform on-premise atau di cloud, seperti spam, malware, dan serangan phishing, mail Fraud Protection terintegrasi dengan Symantec Email Security.

"Solusi ini juga dapat diintegrasikan dengan Symantec Email Threat Isolation untuk meminimalkan risiko serangan spear phishing, pencurian kredensial, pengambilalihan akun, dan serangan ransomware," kata Gardner. *** (SS)

SHARE