Band Indonesia Tetap Eksis Meski Ditinggal Vokalis - Male Indonesia
Band Indonesia Tetap Eksis Meski Ditinggal Vokalis
MALE ID | News

Peran seorang vokalis dalam grup band menjadi hal yang penting. Namun, fenomena gonta-ganti personel terutama vokalis dalam tubuh grup band tidak dapat dipungkiri memang kerap terjadi. 

Kehilangan vokalis biasanya membuat band tersebut redup. Sebut saja salah satu band yang sempat sangat sukses, yaitu Kerispatih. Sejak kehilangan sang vokalis, Sammy, ketenaran band tersebut menjadi redup.

Namun tidak seperti wajarnya, beberapa band Indonesia berikut ini masih tetap eksis dalam belantika musik Indonesia meski kehilangan sang vokalisnya.

Saint Loco


Awal era 2000an, genre hip rock amat populer di seluruh dunia dan Indonesia pun mempunyai grup musik hip rock jagoan, yakni Saint Loco. Berdiri sejak 2002, Joe sang vokalis memutuskan hengkang dan bersolo karier pada 2018.

Ditinggal oleh Joe, karier Saint Loco semakin tenggelam seiring dengan ketenaran hip rock yang semakin memudar. Pada festival musik metal Hammersonic 2018, Saint Loco tampil dengan seorang vokalis pengganti yang bernama Dimas.

Nidji


Terbentuk sejak 2002, Nidji kokoh dengan formasi Giring (vokal), Ariel (gitar), Andro (bas gitar), Rama (gitar), Randy (keyboard), dan Ardi (drum). Mereka telah menelurkan total sembilan album dan banyak hit single, termasuk 'Shadow', soundtrack serial televisi 'Heroes', 'Laskar Pelangi', soundtrack film 'Laskar Pelangi', dan 'Di Atas Awan', soundtrack film '5 cm'.

Pada 2017, Giring memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik. Tidak mau berhenti berkarya, Ariel, Randy, Andro, dan Ardi membentuk NEV+ (Nidji Electronic Version). Grup musik itu kerap berkolaborasi dengan artis-artis, termasuk Dea Dalila dan Ariel 'NOAH'. Kini Nidhji di tahun 2019, telah menemukan vokalis baru bernama Yusuf Ubay.

Payung Teduh


Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. 

Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Sayangnya Is sang vokalis harus hangkang dari Payung teduh pada Januari 2018. Sepeninggalan Is, posisi Payung Teduh kini diisi oleh seorang wanita bernama Marsha.

Kotak

Band beraliran rock ini dibentuk pada tahun 2004 dalam sebuah ajang pencarian bakat bernama The Dream Band. Hingga saat ini, Kotak tetap bisa mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan tanah air walaupun sempat beberapa kali berganti personel. Kotak juga sempat kehilangan sang vokalis.

Awalnya Pare adalah vokalis dari band ini. Namun setelah 2 tahun, Pare memutuskan untuk hengkang dari Kotak dan memilih untuk berada di balik layar. Tantri menlanjutkan posisi Pare sebagai vokalis.

Drive

Berdiri sejak 2005, perjalanan karier Drive di industri musik Indonesia tersendat kala Anji mengundurkan diri pada 2011. Personel Drive yang tersisa sempat mendapat bantuan dari Umaru Takeda sebagai vokalis, namun Umaru tetap tak berhasil mengembalikan kejayaan Driva hingga hengkang pada 2012.

Pada 2013, Tirta Adilla sempat mengisi posisi vokal di Drive, namun kembali hengkang pada 2018. Untung saja, Drive sekarang bisa kembali tenar di industri musik Indonesia setelah posisi vokal diisi oleh Rizky eks 'The Titans'.

Geisha

Bermula dari sebuah kompetisi band, Geisha bertransformasi menjadi band pop yang tersohor sejak 2009. Bersama Momo di posisi vokal, Geisha telah berhasil menelurkan empat album dan banyak hit single, seperti 'Jika Cinta Dia', 'Lumpuhkan Ingatanku', dan 'Cinta & Benci'.

Pada 2017, Momo dipinang oleh pengusaha bernama Nicola Reza Samudra dan mulai sibuk menjadi ibu rumah tangga. Saat Momo sibuk mengurusi kehidupan pribadinya, Geisha terbengkalai dan mulai redup dari pasaran. Pada 2018, posisi Momo di Geisha digantikan oleh Regina Poetiray, salah satu kontestan The Voice Indonesia 2016. *** (SS)

SHARE