Riset: Menemukan Pasangan Ideal Tidaklah Mudah - Male Indonesia
Riset: Menemukan Pasangan Ideal Tidaklah Mudah
MALE ID | Relationships

Dalam memilih pasangan ideal, pria harus pintar-pintar menemukannya. Para ilmuwan pun menyelidiki cara terbaik untuk menemukan hal tersebut.

pasangan ideal - male Indonesiapixabay.com

Umumnya, orang mencari pasangan yang berkepribadian cocok. Faktanya, sifat-sifat seperti kompatibilitas dan kepribadian yang sama sebenarnya bukan penentu apakah ia pasangan ideal atau tidak.

Menurut penelitian dari Michigan State University, punya kepribadian serupa tidak terlalu penting untuk mencapai hubungan yang membahagiakan.

Studi ini menilai 2.578 pasangan berdasarkan data 2016 dari Panel Study of Income Dynamics. Para peneliti melihat ciri-ciri kepribadian big five secara khusus.

Hal itu antara lain conscientiousness (kecenderungan bertanggung jawab dan dapat diandalkan), agreeablenes (keramahan seseorang), extraversion (seberapa supel seseorang), openness (keterbukaan seseorang terhadap pengalaman), dan neuroticism (rentannya seseorang terhadap stres psikologis).

Seperti temuan penelitian sebelumnya, tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi (conscientiousness) dan tingkat neurotisisme lebih rendah pada pasangan terkait dengan kesejahteraan seseorang.

Keunikan ditemukan saat periset meneliti bagaimana kepribadian pasangan memengaruhi hidup dan kepuasan hubungan. Dari riset yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Personality mengungkap, kesamaan kepribadian hampir tidak berpengaruh.

Dalam kelompok pasangan yang kepribadiannya mirip, peneliti menemukan memiliki pasangan lebih bertanggung jawab dan menyenangkan dikaitkan dengan kepuasan hubungan lebih tinggi.

Sebaliknya, memiliki pasangan yang mendapat skor lebih tinggi untuk neurotisme dan ekstraversi dikaitkan pada kepuasan hubungan lebih rendah.

“Orang-orang berinvestasi banyak dalam menemukan seseorang yang kompatibel, namun penelitian kami mengatakan bahwa itu mungkin bukan segalanya,” kata Bill Chopik, profesor psikologi dan direktur Close Relationships Lab MSU.

“Sebaliknya, orang mungkin mempertanyakan, apakah mereka orang yang baik atau menyimpan banyak kecemasan. Hal-hal itu lebih penting daripada mencari tahu pasangan kita introver atau tidak,” katanya lagi.

Bagaimanapun, hasil riset ini mengungkap beberapa wawasan menarik dalam hal aplikasi kencan yang mengedepankan kompatibilitas.

“Ketika Anda mulai membuat algoritma dan mencocokkan orang secara psikologis, sebenarnya Anda tidak tahu banyak tentang itu. Anda tidak tahu alasan memilih lawan jenis tertentu, tetapi dari penelitian ini, kami dapat mengesampingkan kompatibilitas sebagai faktor utama,” ujar Chopik.

Pada akhirnya, tak jadi masalah apakah Anda dan pasangan punya pikiran sama. Peneliti menyimpulkan, kunci hubungan bahagia hanyalah saling perhatian, baik dari pria maupun wanita. [GP]

SHARE