Aksi Heroik Muhammad Ali Di luar Ring Tinju - Male Indonesia
Aksi Heroik Muhammad Ali Di luar Ring Tinju
Gading Perkasa | Story

Muhammad Ali adalah “The Greatest”. Ia bukan cuma besar di ring tinju, saat pukulan yang ia lancarkan membuat lawan KO. Namun ia juga mulia sebagai seorang manusia.

wikimedia commons

Perlawanan terbesarnya untuk mewujudkan harapan, keberanian, dan harkat manusia justru terjadi di luar ring. Boleh dikatakan, Muhammad Ali pernah menyelamatkan setidaknya nyawa satu orang di muka bumi ini.

19 Januari 1981, seorang pemuda berusia 21 tahun berdiri dalam posisi bahaya, di gedung berlantai sembilan di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Aku tak berguna. Aku akan melompat!” teriak pemuda itu ke arah orang-orang di bawah yang memandangnya dari Wilshire Boulevard, seperti dikutip dari The Turnstile.

Sudah berjam-jam pemuda yang disebut ‘Joe’ ini ada di sana. Mengatakan dengan lantang bahwa Vietkong akan menangkapnya.

Ia menolak semua upaya polisi untuk mendekatinya. Sementara, sejumlah orang di bawah menantangnya. Menyuruh ia membuktikan ancamannya, yaitu menjatuhkan diri.

Saat itu, Muhammad Ali terlihat di jendela yang berada di dekatnya. Mengetuk kaca untuk menarik perhatian Joe yang berniat bunuh diri.

Masuk daftar orang paling terkenal di Bumi, Muhammad Ali tahu benar rasanya berada di ‘tepi jurang’. Ia pernah divonis 5 tahun penjara dan denda 10.000 USD, serta larangan bertinju 3 tahun gara-gara menolak Perang Vietnam.

Itu belum termasuk tuduhan tidak patriotis dan cemooh serta teriakan orang-orang yang ‘menginginkan darahnya’.

“Aku akan keluar. Jangan menembakku,” kata Ali. Sebelumnya, polisi sempat mengkhawatirkan pria yang ingin bunuh diri itu membawa pistol.

“Aku tak akan menembakmu. Karena aku tak bawa senjata,” jawab si pria. Ali kemudian berupaya membuatnya mengurungkan niat mengakhiri hidup dengan cara terjun dari gedung tinggi.

“Aku saudaramu. Aku peduli dan tak akan berbohong padamu. Aku ingin membantumu,” ujar Ali.

Pemuda itu kemudian mengaku putus asa karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Tak ada yang peduli padanya.

“Kenapa kau peduli denganku? Aku bukan siapa-siapa,” katanya berteriak ke arah Ali. Ali dan pria itu kemudian bicara selama 20 menit. Ia meyakinkannya untuk membuka pintu darurat.

Setelah berhasil membujuk ‘Joe’, Ali merangkul dan membawanya ke dalam gedung. Keduanya lantas menuju Sawtelle VA Hospital. Sebelum berpisah, Ali berjanji akan membantu dirinya.

Kejadian itu hanya lewat dua hari dari hari ulang tahun Muhammad Ali ke-39, tiga bulan pasca kalah melawan Larry Holmes. Bicaranya mulai tak jelas, tangannya pun bergetar, tanda awal gangguan saraf yang kelak melumpuhkannya.

Ali saat itu kembali naik ke ring, bertarung sekali lagi, dan kalah di tangan Trevor Berbick pada akhir 1981. Kendati demikian, momentum di ketinggian seratus kaki di atas Wilshire Boulevard lebih menunjukkan jiwa Ali daripada pertarungan terakhirnya.

“Aku ingin membantunya mendapatkan pekerjaan, membelikan dia sejumlah pakaian. Pergi ke rumahnya, bertemu ayah dan ibunya. Mereka menyebutnya tak berguna, jadi aku akan berjalan bersamanya, supaya mereka sadar, bahwa ia adalah seseorang,” kata Ali usai insiden tersebut kepada The Turnstile.

Apa yang dilakukan Muhammad Ali telah memberikan kesempatan kedua bagi si pemuda. “Tak ada keraguan soal itu. Ali menyelamatkan nyawanya,” kata seorang petugas polisi. [GP]

SHARE