Masih Muda! Nyeri Lutut Tetap Bisa Menyerang Anda - Male Indonesia
Masih Muda! Nyeri Lutut Tetap Bisa Menyerang Anda
Gading Perkasa | Sex & Health

Rasa nyeri dan ngilu di area persendian, seperti nyeri lutut, biasa dialami sebagian orang, termasuk pria. Ada baiknya hal ini tidak dianggap sepele.

Photo by rawpixel.com from Pexels

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Hedy Wahyu Ramadhani SpOT mengungkapkan, nyeri lutut umumnya disebabkan oleh trauma, cedera, terjadinya infeksi, dan penyakit peradangan.

“Selain itu, kegemukan atau obesitas juga bisa memicu nyeri lutut. Namun yang paling sering terjadi adalah karena adanya pengapuran sendi atau osteoartritis,” kata dia.

Osteoartritis merupakan salah satu jenis arthritis. Penyakit ini ditandai rasa sakit dan kaku yang menyerang sendi-sendi, kemudian disusul pembengkakan. Osteoartritis dikenal penyakit degeneratif kronis, ditemui pada penderita berusia lanjut.

Dalam masa penuaan, seseorang akan mengalami pengapuran pada sendi. Orang berusia di atas 45 tahun berisiko terkena nyeri lutut, namun pengapuran terjadi jauh lebih cepat dan rentan menyerang pria produktif.

Jangan abaikan rasa nyeri di lutut, karena fungsinya menyangga dan menahan bobot tubuh. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pengobatan gangguan lutut akan lebih sulit jika dibiarkan dalam waktu lama.

“Gangguan nyeri lutut sering disalahartikan dengan asam urat atau rematik, padahal yang paling sering itu karena pengapuran sendi. Kita harus waspada pengapurannya, bukan pada asam urat atau penyakit lain,” tutur dia.

Jika Anda merasakan nyeri dan linu di lutut ketika mengubah posisi tubuh, maka Anda terkena gejala awal osteoartritis. Biasanya keluhan ini terjadi saat berdiri setelah duduk lama, naik-turun tangga, atau saat meluruskan lutut. Rasa nyeri akan berkurang begitu Anda beristirahat atau diberi obat anti nyeri.

Anda bisa mengalami pengapuran stadium berat ketika rasa nyeri menetap dan tidak berkurang sekalipun sudah diberi obat, bahkan kelainan bentuk tulang dan pergeseran sendi di tahap selanjutnya.

Jangan tunda melakukan pemeriksaan ketika sudah nyeri pada persendian atau mencurigai munculnya gejala osteoartritis. Segera ke rumah sakit atau dokter spesialis ortopedi dan traumatologi untuk tindakan penanganan.

Kesempatan sembuh jadi lebih besar tanpa pembedahan. Perlu dicatat, kemungkinan sembuh juga tergantung pada stadium atau tingkat kondisi pengapuran.

Jika masih di stadium awal, maka akan diberikan tindakan non-operatif. Namun kalau diperlukan, bisa dilakukan artroskopi lutut.

Artroskopi lutut merupakan prosedur bedah invasif minimal. Di dunia kedokteran biasa disebut lubang kunci yang biasanya dilakukan hanya 30 menit sampai 1 jam, tergantung kondisi lutut penderita. Operasi ini dilakukan dengan menempatkan kamera beresolusi tinggi dan instrumen ke dalam lutut melalui insisi kecil pada kulit.

Ketika penderita berada di stadium akhir, maka harus dilakukan pergantian sendi. Sebab kondisi tulang rawan rusak total, sehingga tulang langsung bergesekan dan menimbulkan nyeri yang menetap.

“Usai pengobatan, Anda disarankan menurunkan berat badan dan melakukan olahraga yang sifatnya low impact agar tidak membebani lutut, seperti renang dan sepeda. Tujuannya demi memperkuat lutut,” ucapnya. [GP]

SHARE